Meraih Berkah dengan Merawat Tradisi Budaya Masyarakat


Seputarsulawesi.com, Makassar- Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahap II Bidang Lektur, Khazanah dan Manajemen Organisasi Balai Litbang Agama Makassar, yang digelar pada 18 September 2018 di Claro Hotel Makassar, mengambil tema  penting yakni "Nilai Keagamaan Dalam Budaya Masyarakat". Tema ini menjadi penting mengingat bangsa ini sedang dilanda krisis nilai.

Ragam budaya yang hidup di masyarakat, tidak hanya sarat nilai-nilai kearifan tetapi nilai inilah yang menjadi perekat kemajemukan bangsa ini.

Melalui ragam budaya, pelbagai persoalan yang ada di masyarakat, biasanya diselesaikan melalui ritual atau tradisi masyarakat setempat.Tentu saja, keragaman budaya yang hidup di masyarakat kita bergerak dinamis mengikuti tuntutan zaman atau kebutuhan masyarakatnya.

Penelitian Abu Muslim di Papua tentang "Tradisi Bakar Batu Di Tanah Papua tidak hanya menyajikan pesta kuliner ala masyarakat Papua, tetapi juga menjelma menjadi salah satu alat pelarut dendam atau pelebur luka bagi masyarakat yang tadinya sedang bertikai. Singkatnya, tradisi Bakar Batu menjadi semacam resolusi konflik. 

"Bahkan tradisi Bakar Batu menjadi media pemersatu antar orang asli Papua dan para pendatang," jelas Abu.

Sedang Suaib Prawono menelisik "Nilai-nilai Islam dalam Ritual Adat-Kaloli Kie dan Fere-Kie di  Ternate. Ritual tahunan Kesultanan Ternate ini menjadi semacam cara bagaimana masyarakat Ternate berkhidmat dalam merawat alam.

"Ketika alam dijaga atau dirawat, maka akan memberi limpahan berkah," jelas Suaib.

Sementara La Mansi mengulas Tradisi Posuo pada masrakat Buton. Tradisi ini, ulas La Mansi berkaitan erat dengan proses peralihan seorang anak remaja menjadi gadis dewasa. Lebih jauh, La Mansi menjelaskan bahwa tradisi Posuo menjadi semacam ikhtiar bagi kelanggengan seorang gadis dewasa saat membangun mahligai rumah tangga.

Hasil elaborasi oleh para peneliti terkait nilai-nilai  budaya keagamaan juga menunjukkan bahwa masyarakat kita tidak kaku dalam merawat tradisinya. Selalu ada proses transformasi atau perjumpaan-perjumpaan dengan sesuatu yang baru agar tradisi beserta segenap nilai yang dikandungnya tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Laporan: Mubarak Idrus

  • 209 Dibaca