Mobil Damkar Polman Masih Warisan Sulsel


Seputarsulawesi.com, Polman,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Polman menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Polwali Mandar, Kamis, 12 April 2018.

Koordinator lapangan, Adhe Wijaya mengatakan fasilitas Pemadam Kebakaran (Damkar) kurang memadai sehingga kinerja dari Damkar kurang memuaskan.

Hal senada dikatakan salah satu peserta aksi, Rendi yang mengatakan walupun pemadam kebakaran profesional namun fasilitas kurang, itu tidak ada gunanya.

"Kita lihat kemarin kebakaran yang mungkin rumah hanya satu hangus tapi karena kurangnya fasilitas maka akhirnya mencapai enam," tegasnya saat duduk bersama dengan anggota DPRD Polman

Sementara itu Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polman, Jamaluddin saat turut hadir pada penerimaan aspirasi PMII di Kantor DPRD Polman mengatakan armada pemadam kebakaran Polewali Mandar yang kini masih menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam memadamkan kebakaran masih merupakan warisan dari Sulawesi Selatan.

"Damkar yang kita gunakan saat ini merupakan merupakan warisan dari Sulsel, saya sudah keliling di Sulsel sudah tidak ada lagi yang menggunakan Damkar seperti yang kita gunakan sekarang ini di Polman," terang Kepala UPTD Jamaluddin.

Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin juga mengungkapkan bahwa selama ini UPTD Damkar sudah berulangkali memasukkan untuk pengadaan armada Damkar dan pelatihan untuk petugas Damkar namun usulan tersebut selalu di coret.

Mobil Damkar yang dimiliki Polman saat ini memang sudah sangat tua dan kerap macet saat tiba di lokasi kebakaran, meski berulang kali UPTD pemadam kebakaran mengusulkan pembelian mobil. Namun, pemerintah kabupaten lebih mengutamakan pembelian kendaraan bagi camat, dokter dan bidang lainnya. Bahkan saat ini DPRD tengah membahas usulan pemerintah ke DPR terkait pengadaan mobil dinas untuk para lurah sementara Damkar yang sudah kerap menjadi bulan-bulanan warga tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang diterima oleh Asisten I Pemkab Polman,  menyampaikan bahwa dalam beberapa kasus kebakaran yang terjadi akibat minimnya fasilitas dan armada yang ada sudah tidak layak mengakibatkan korban kebakaran yang seharusnya bisa diminimalisir justru bertambah karena fasilitas yang sudah tidak layak.

Asisten I Pemkab Polman Hj. Sakinah menyampaikan apresiasi atas apa yang menjadi usulan oleh PMII, Ia berjanji akan menyampaikan catatan yang disampaikan oleh PMII kepada pimpinan. Ia menambahkan sebenarnya saat ini dibeberapa kecamatan sudah ada armadanya yang mengcover wilayah kecamatan lain.

"Lagi persoalan anggaran sehingga saat ini pemerintah hanya memprioritaskan di wilayah pesisir saja, masukan adik-adik sudah saya catat dan akan disampaikan ke pimpinan karena pimpinan tengah mengikuti kegiatan di Mamuju." Katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin berjanji akan berjuang di DPRD agar usulan dari PMII Cabang Polman agar armada dan kesejahteraan serta hal-hal penunjang lainnya demi kelancaran petugas Damkar dalam menjalankan tugas akan diperjuangkannya.

"Armada Damkar saat ini memang sudah sangat parah, dalam satu kejadian saya melihat armada Damkar yang tiba untuk memadamkan api justru menjadi penghalang lantaran mogok dan tidak dapat difungsikan" terang Amiruddin saat menyerap aspirasi mahasiswa."

  • 325 Dibaca