Pendeta Yastin: Gus Dur adalah Juru Selamat bagi Kami


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Kerinduan akan hadirnya sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di perkotaan, tapi juga mereka yang berada di wilayah pegunungan Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamasa.
 
Bagi mereka, Gus Dur tak hanya dikenal sebagai sosok pejuang kemanusiaan, perdamaian dan keadilan, tapi juga menjadi penyelamat guru-guru Kristen yang sudah puluhan tahun mengabdi, namun tak kunjung menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut dikemukakan oleh pendeta Yastin, S.Th saat menjadi pembicara di acara peringatan Sewindu Haul Gus Dur  yang diselenggarakan oleh Pengerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bekerjasama dengan Jaringan GUSDURian Polewali Mandar di Gedung Cadika Madatte, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, Minggu, 31 Desember 2017.

Lebih lanjut, Pendeta Gereja Toraja Polewali ini mengatakan, perubahan status dari guru biasa menjadi PNS itu merupakan berkah yang cukup luar biasa. Menurut Yastin, guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi itu sempat putus asa, namun setelah Gus Dur yang jadi Presiden, harapan dan mimpi mereka pun bisa terwujud. 

"Untung ada Gus Dur yang jadi Presiden. Ia seolah hadir sebagai juru selamat bagi kami," kelakar Pendeta Yastin dalam dialog yang bertemakan "Semua Demi Bangsa dan Negara" itu.

Tak hanya itu, di tempat yang sama, Pendeta Yasmin juga menyampaikan tentang pentingnya meneladani gerakan dan pemikiran kebangsaan Gus Dur, karena tanpa Gus Dur, bangsa ini sudah terburai.

"Gus Dur adalah manusia sejati yang mampu mempersatukan umat," katanya lagi.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Munawir Arifin yang menjadi pembicara kedua di acara tersebut. Munawir Mengatakan, salah satu kehebatan Gus Dur karena ia mampu menerjemahkan makna Islam rahamatan lilalamin dalam kehidupan sosial, sehingga nilai-nilai Islam yang ramah dan manusiawi mampu dirasakan oleh semua umat manusia, tanpa melihat agama, suku dan warna kulitnya.

Selain itu, Munawir juga mengatakan, gagasan dan gerakan Gus Dur penting untuk terus diwacanakan, apalagi saat ini, gejala sektarianisme agama cukup kuat, dan tak jarang dibenturkan dengan negara.

"Gus Dur mengajarkan kita bagaimana agar agama tidak hanya sekadar menjadi aspirasi, tapi juga menjadi inspirasi perdamaiaan bagi manusia dan bangsa," jelas alumni magister ilmu Politik Universitas Indonesia ini.

Acara yang diawali dengan pembacaan tahlilan, salawat badar dan lagu lagu Indonesia Raya ini juga dihadiri beberapa OKP, diantaranyai HMI, GMKI, dan organisasi internal dari dua kampus besar yang ada di Polman, yaitu Unasman dan IAI DDI.

  • 293 Dibaca