Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto

Penyelesaian Sengketa Lahan antara Masyarakat dan PT Lonsum Butuh Itikad Baik Semua Pihak


Seputarsulawesi.com, Bulukumba- Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menilai penyelesaian sengketa lahan yang melibatkan masyarakat dari beberapa desa di Kabupaten Bulukumba dengan PT London Sumatera (Lonsum), butuh itikad baik dari semua pihak.

“Bayangkan, setiap tahun, pemerintah daerah disibukkan untuk menerima aspirasi penyelesaian PT Lonsum yang dalam sejarahnya pernah merenggut jiwa saudara-saudara kita. Kemudian kita melakukan pembiaran, maka seharusnya seluruh pihak harus beritikad baik menyelesaikan hal ini,” ungkapnya kepada seputarsulawesi.com, Selasa, 7 November 2017.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PT Lonsum mesti terbuka dan mau bekerjasama, mengenai kepastian hukum lahan yang masih jadi sengketa.

“Kalau PT Lonsum ingin berinvestasi secara aman di Bulukumba, tentu kewajiban bagi PT Lonsum untuk bekerjasama dan penciptaan kejelasan hukum tersebut, termasuk pada adanya lahan masyarakat yang masih dikuasai oleh PT Lonsum yang dibuktikan dengan sertifikat yang dimiliki oleh masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu warga Desa Bonto Mangiring, Kecamatan Bulukumpa, kembali mendesak pemerintah Kabupaten Bulukumba mengeluarkan surat perintah penerbitan status qou 84 Ha yang memiliki sertifikat tanah tapi masuk dalam HGU PT. Lonsum.

Desakan ini mengingat Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. Londsum di Kabupaten Bulukumba akan berakhir pada 3 November 2017 lalu.

Koordinator Petani Penggugat, Andi Mappasomba mengatakan pegangan kami pernyataan wakil bupati pada 12 Oktober 2017 lalu bahwa akan mengeluarkan status qou pada 84 Ha yang memiliki sertifikat tanah.

"Menanggapi berakhirnya HGU PT. Londsum petani akan melakukan Reklaimin pekan depan", ujar Andi Mappasomba, Koordinator Petani Penggugat, Kamis 12 November 2017

Tag :

bulukumba
  • 497 Dibaca