Pesta Panen Desa Jenetallasa, Langkah Awal Menuju Kemandirian Petani

  • 22-03-2020

Seputarsulawesi.com, Jeneponto- Desa Jenetallasa adalah  salah satu desa yang berada di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Desa yang terletak di bagian Utara Kota Jeneponto ini dikenal sebagai daerah penghasil kentang. Bahkan kemarin, Jumat, 21 Maret 2020, desa ini menggelar pesta panen ketang.

Pesta ini adalah salah satu wujud rasa syukur masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani atas panen yang berlimpah tahun ini. Selain kentang, beragam jenis sayuran yang biasanya tumbuh dan berkembang di daerah dataran tinggi juga bisa didapati di desa ini, seperti sawi, kacang polong, kol, wortel, dan beberapa jenis sayuran lainnya.

Tentu keanekaragaman tanaman ini tidak hanya menjadi ciri khas desa yang berada di atas ketinggian kurang lebih 1500 Mdpl ini, tapi juga keberuntungan yang luar biasa bagi masyarakatnya. Makanya itu, tidak mengherankan jika pesta panen tahun ini dirayakan dengan meriah.

Meski saat perayaan pesta ini, hujan deras mengguyur desa tersebut, namun hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakatnya. Demikian pula, beberapa pejabat daerah dan kepala desa terlihat hadir di acara ini. Mereka ikut panen kentang bersama masyarakat.

Kemeriahan acara ini makin tampak karena dirangkaikan dengan festival musik, camp,  pameran olahan makanan dari sayuran serta adanya persembahan tarian oleh salah satu sekolah di Desa Jenetallasa.

Menanggapi kemeriahan pesta panen tersebut, Basir, Kepala Desa Jenetallasa mengatakan, acara tersebut adalah langkah awal untuk mengembangkan dan mensejahterahkan para petani di desanya. Dengan lahan pertanian yang begitu luas, Basir berharap, Desa Jenetallasa bisa menjadi salah satu penyangga pangan di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Jeneponto pada khususnya.   

Selain itu, Basir juga berharap, kedepannya, Desa Jenetallasa bisa menjadi desa maju dengan segala inovasinya di bidang pertanian. Sehingga dengan demikian, petani setempat bisa hidup mandiri.

“Kita juga  berharap penyuluh pertanian bisa semaksimal mungkin memberikan edukasi kepada petani agar bisa berdaulat,” harapnya.

Basir menegaskan, kemandirian petani itu hanya bisa terwujud, jika kerjasama dan kepedulian semua pihak terbangun dengan baik, tak terkecuali pemerintah kabupaten. Khusus untuk kepedulian pemerinta Kabupaten, dirinya dan warga berharap pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan akses jalan sebagai salah satu urat nadi perekonomian masyarakat.

“Masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah Desa dan pemerintah daerah, salah satunya adalah infrastruktur jalan. Buruknya akses jalan menjadi catatan tersendiri dalam kegiatan kali ini,” jelas Basir.

Post Tags:

Jeneponto