PMII dan HMI Minta Kapolres Bulukumba Kawal Kasus Narkoba


Seputarsulawesi.com, Bulukumba- Pergerakan Mahaisiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba bersama-sama dalam mengawal kasus maraknya narkoba di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jum'at (15/7).

Kedua organisasi ini meminta Kapolres Bulukumba konsisten dalam menangani penyakit yang ada di tubuh Bulukumba saat ini yakni narkoba khususnya dugaan "86" yang dilakukan oleh Kasat narkoba Polres Bulukumba, AKP Ramli Bennu.

Ketua Cabang PMII Bulukumba menilai bahwa kinerja Kapolres tidak efektif karena melihat isu yang berkembang hari ini bahwa kasat narkoba melepaskan tersangka narkoba. "Diduga kasat narkoba, Ramli Bannu 86 kan kasus tersubut. Jadi PMII menegaskan meminta kepada Kapolda agar Kapolres Bulukumba segera diberikan evaluasi atau teguran karena kesalahan anggota tidak terlepas dari tanggung jawab pimpinan," jelas Muhammad Amin Lahaseng,

Disisi lain, Andi mengatakan bahwa ini adalah bentuk kekecewaan demonstran terhadap penegak hukum yang tidak begitu serius dalam menangani masalah serius ini. "Ini bentuk kekecewaan kita terhadap penegakan hukum di Polres Bulukumba, ini juga bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam memerangi narkoba," kata aktifis HMI ini.

Muhammad Amin menambahkan, jika Kapolres Bulukumba tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut pihaknya meminta Kapolres Bulukumba, Slamat Riyanto dicopot dari Jabatannya. "Jika tidak ada penyelesaian tentang kasus ini kami meminta Kapolres untuk turun dari jabatannya," jelas Amin Lahaseng.

Aksi ini menyebabkan Simpang Empat Teko Bulukumba macet total selama dua jam.

Wadhi Melaporkan dari Bulukumba

  • 645 Dibaca