Polisi Mulai Usut Pengrusakan Gedung DPRD Mamuju dan Ombudsman Sulbar


Seputarsulawesi.com, Mamuju,- Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mamuju mulai melakukan pengusutan atas pengrusakan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju dan kantor Ombudsman Sulbar.

Insiden pengrusakan ini diduga dilakukan oleh oknum kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra saat unjuk rasa di gedung DPRD Mamuju beberapa hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Jamaluddin mengatakan tetap melakukan penyelidikan di TKP dan menyimpang barang bukti berupa serpihan kaca meski belum mengambil keterangan dari pihak DPRD Mamuju

"Setelah kami mengetahui ada tindak pidana yang dilakukan di DPRD dan Ombudsman  polisi dalam hal ini Reskrim Polres Mamuju, melakukan penyelidikan tentang dugaan pengrusakan ini," kata AKBP Jamaluddin kepada Seputarsulawesi.com, Minggu, 29 Oktober 2017.

Ia menambahkan terkait kasus dugaan pengrusakan tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi terhadap tiga orang saksi dari pihak Ombudsman dan tiga orang saksi daroli pihak HMI.

"Yang jelas proses penyampaian aspirasi itu, ada kejadian tindak pidana yaitu pengrusakan kaca pintu masuk DPRD.  Kemudian berlanjut di Kantor Ombudsman dan kami juga sudah menyimpang barang bukti berupa pintu kantor dan kursi yang telah sirusak," jelasnya.

Atas kasus itu, lanjut Jamal, pelaku akan dijerat pasal 170 ayat 1 sub 407 KUHP, tentang tindak pidana pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancamana hukum lima tahun pernjara.

Pengrusakan ini juga dibenarkan salah seorang Satpol PP yang bertugas di Gedung DPRD Mamuju, Mujar. Menurutnya hal yang wajar jika melakukan aksi demonstrasi, tapi jangan melakukan pengrusakan fasilitas Negara.  

"Kalau merusak itu sudah di luar kewajaran, memang ini adalah milik rakyat tapi jangan dirusak karena bukan hanya mereka yang rakyat, kami juga rakyat jadi kami juga berhak menjaga," tutur Mujar. (Bal)

  • 216 Dibaca