Pribumi


Penulis: Denni Pinontoan

(Aktivis Jaringan Antar Iman Indonesia) 

Biasanya kata 'pribumi' diartikan sebagai 'penghuni" atau penduduk asli suatu daerah atau negeri. Lebih menunjuk pada anggota suatu komunitas yang diikat oleh silsilah, sejarah dan adat istiadat. Jadi, pengertiannya lebih menunjuk pada 'komunitas' atau 'paguyuban' yang relatif homogen. 

Di masa kolonial, kata ini dipakai untuk membedakan secara ras yang mengikutinya adalah pembedaan secara kelas sosial. Ini tentu dalam hubungan antara 'penjajah' dan yang 'dijajah'. 

Setidaknya, sampai tanggal 17 Agustus 1945, soal definisi kewarganegaraan Indonesia masih belum jelas. Nanti tanggal 18 Agustus 1945, dengan disahkannya UUD 1945, baru jelaslah siapa warga negara Indonesia. 

Pada pasal 26, istilah yang digunakan bukan 'pribumi', melainkan 'orang-orang bangsa Indonesia asli'. 

Jadi, bagi negara baru ini, warga negara yang sah adalah setiap orang yang menyatakan diri bagian dari negara Indonesia. Jelas demikian adanya, sebab sebelum ada pemerintahan Indonesia yang ada adalah pemerintahan Belanda dan Jepang. 

Tentang frasa 'orang-orang bangsa Indonesia asli', kira-kira siapa mereka yang dimaksud? Orang-orang berbangsa Jawakah, Madura, Sunda, Dayak, Maluku, Minahasa atau siapa mereka? Definisi 'bangsa' mengacu dari pendekatan antropologi atau apa? Indonesia adalah 'negara dari bangsa-bangsa'.  'Asli' dalam pengertian apa?

Satu hal yang jelas, status kewarganegaraan seseorang dalam negara modern tidak ditentukan oleh 'darah', 'agama', atau 'warna kulit'. Konstitusi jelas tidak mengatur demikian. Lalu, kata ini kembali digaungkan dari Jakarta, pusat kekuasaan. 

Baca juga: 

Siapa yang bikin Batavia atau Jakarta sebagai 'sentral' dari beragam bangsa ini? Apa arti Jakarta dalam konteks Indonesia merdeka? Siapa pribumi dan non-pribumi dilihat dari Jakarta? 

'Pribumi', merekakah yang elit itu? Merekakah yang merasa paling sah pemilik Indonesia? Adakah sekelompok orang yang berdasarkan agama, ras dan suku sebagai pemilik Indonesia?  Ah, Indonesia rupanya belum selesai memang. 

Ketika dari sini Tou Minahasa berteriak 'I Yayat U Santi', maka itu adalah gugatan terhadap ketidakadilan pula. Lalu ketika semua menuntut keadilan, kepada siapa tuntutan itu? 

Tag :

  • 157 Dibaca