Bangunan Puskesmas Satelit Dungkait (Dok. Anca)

Puskesmas Satelit Dungkait Menuai Protes


Seputarsulawesi.com, Mamuju,- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Satelit atau Puskesmas di tingkat kelurahan yang dibangun di Desa Pasa'bu, Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju menjadi polemik di masyarakat Desa Dungkait. Pasalnya Puskesmas tersebut diberi nama Puskesmas Satelit Dungkait tapi dibangun di Desa Pasa'bu.

Menurut seorang warga Desa Dungkait, Ratmi Suhardi mengatakan bahwa dirinya tidak setuju kalau Puskesmas Satelit bernama Dungkait sementara berada di Desa Pasa'bu.

"Saya tidak setuju itu rumah sakit (red: Puskesmas Satelit) bernama Dungkait sementara ada di Desa Pasa'bu," tulis Ratmi Suhardi melalui akun facebooknya.

Warga juga mempersoalkan lokasi tempat dibangunnya Puskesmas Satelit Dungkait ini. Seperti penuturan Prince Al Ghanie yang mengatakan pembangunan Puskesmas Satelit di Desa Pasa'bu berkedok hibah. Namun, kenyataannya dihargai sepuluh ribu permeter.  

"Itu mi saya bilang tanah harga sepuluh ribu permeter berkedok hibah. Apapun itu alasannya yang jelas statusnya ji hibah tetapi kenyataannya dibayar," kata Prince, Rabu 20 Desember 2017.

Menanggapi polemik tersebut Camat Tapalang Barat Junaedi Hafid mengatakan pemberian nama Puskesmas Satelit Dungkait itu sudah sesuai prosedur tidak perlu dipersoalkan. Sebab, nama yang diajukan di pusat memang Dungkait jadi tetap nama Puskesmas Satelit Dungkait yang digunakan.

"Nama Puskesmas Satelit yang terdaftar di pusat itu adalah Dungkait jadi tetap nama itu yang digunakan, kalau namanya mau diganti itu memerlukan proses yang panjang," kata Junaedi.

Junaedi juga membantah jika pembangunan Puskesmas Satelit Dungkait yang berada di Desa Pasa'bu, Kecamatan Tapalang Barat lokasinya dibeli. Menurutnya itu tanah adalah hasil dari hibah atau pemberian.

"Itu sangat tidak benar kalau ada masyarakat yang mengatakan itu tanah dibeli sepuluh ribu permeter. Tanah lokasi Puskesmas Satelit Dungkait itu adalah tanah dari masyarakat Desa Pasa'bu. Awalnya Puskesmas itu akan dibangun di Desa Dungkait, tapi karena terkendala pada persoalan hibah, tidak ada tanah hibah yang memadai di Desa Dungkait makanya pembangunannya dialihkan ke Desa Pasa'bu," tegas Junaedi.

  • 480 Dibaca