Selesaikan Kasus Agraria, GUSDURian Pasangkayu Diminta Libatkan Jaringan Nasional


Seputarsulawesi.com, Pasangkayu- Puluhan warga dan anggota DPRD Pasangkayu meminta agar Jaringan GUSDURian Pasangkayu melibatkan jaringannya di tingkat nasional guna ikut serta membantu kasus penyelesaian konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Pasangkayu.

Pasalnya, kasus tersebut sudah berjalan puluhan tahun  dan hingga saat ini belum menemukan titik terang penyelesaian soal tapal batas antara HGU PT. Unggul dan PT. Astra Agro Lestari dengan masyarakat yang berada di Desa Lariang dan Baras.

Pernyataan tersebut mencuat dalam acara Fokus Group Diskusi (FGD) yang digelar oleh Komunitas Jaringan GUSDURian Pasangkayu, di Prosa Coffe, Jumat, 28 September 2018.

Kegiatan yang bertemakan, "Menakar Progres Penyelesaian Konflik Agraria di Pasangkayu" ini dihadiri sekitar 30 orang peserta. Mereka terdiri dari kepala desa, anggota DPRD Pasangkayu, kalangan buru dan masyarakat setempat.

Adapun yang menjadi pembicara dalam kegiatan ini adalah BPN Pasangkayu, Anggota DPRD (Komisi I), perwakilan PT. Astra Agro Lestari dan Kapolres Pasangkayu. Sementara perwakilan pemerintah setempat dikabarkan tak hadir dalam kegiatan ini.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komunitas GUSDURian Pasangkayu, H. Saldi mengaku kecewa, padahal pihaknya sudah melayangkan undangan resmi.

"Tidak jelas juga alasan kenapa tidak hadir, padahal undangan sebagai pembicara sudah kami serahkan, dan ada bukti tanda terimanya," jelas H. Saldi ke Seputarsulawesi.com.

Tak hanya itu, dalam sambutannya, H. Saldi juga menyampaikan soal perbedaan Barikade Gus Dur dan Jaringan GUSDURian.

Menurutnya, Barikade Gus Dur di bawah Koordinasi Yeni Wahid dan kelompok inilah yang terlibat dalam urusan dukung mendukung dalam politik. Sementara Jaringan GUSDURian, dibawah koordinasi Alissa Wahid (putri Sulung Gus Dur), dan tidak terlibat dalam politik praktis. Katanya, Jaringan GUSDURian konsisten bergerak di jalur kultural.

“Kenapa ini kami sampaikan, karena ini jadi perbincangan sebelum acara ini dimulai, dan ini sekaligus untuk menyampaikan hasil kesepakatan dalam acara Temu Nasional (Tunas) GUSDURian yang baru-baru ini di gelar di Yogyakarta," jelas alumni magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

  • 105 Dibaca