Dialog Akhir Tahun dan dan peringatan hari jadi kabupaten Polewali Mandar

Soal Gizi Buruk, OPD Polman Dinilai Gagal Merekayasa Kesejahteraan Masyarakat


Seputarsulawesi.com, Makassar- Jika mencermati pemberitaan media beberapa bulan terkhir, nampak terlihat begitu banyak persoalan yang mecuat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, hingga persoalan infrastruktur yang belum berjalan dengan baik. Padahal salah satu tujuan negara hadir adalah untuk merekayasa peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Namun yang menjadi pertanyaan kemudian apakah rekayasa kesejahteraan masyarakat ini sudah optimal sejak berdirinya Kabupaten Polman 50 tahun silam.  

Hal tersebut dikemukakan oleh Abdul Hakim Pariwalino saat menjadi pembicara dalam dialog akhir Tahun dan peringatan hari jadi kabupaten Polewali Mandar yang diselenggarakan oleh pengurus pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) di Warkop Pa'de, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Senin, 25 Desember 2017.

Menurut Hakim, dari sekian banyak persoalan yang terjadi Kabupaten Polman, persoalan kesehatan yang paling memiriskan. Tahun 2007 lalu, salah seorang warga Polman bernama Kambacong meninggal dunia di Rumah Sakit lantaran tak mendapat pelayanan. 

Ironisnya, lanjut Hakim, fenomena kesehatan ini terus berlanjut, ditandai dengan munculnya berbagai pemberitaan kasus gizi buruk di wilayah tersebut, salah satunya adalah kasus yang dialami Nurmaya, warga Kecamatan Tubbi Taramanu. 

Hakim menilai, fenomena Nurmaya ini sekaligus menjadi bukti bahwasanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Polman tidak mampu melakukan rekayasa atas peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat.

"Kenapa mesti ada kasus Nuramaya setelah sekian puluh tahun terjadi tragedi kemanusiaan di Rumah Sakit. Ini artinya OPD di Polman tidak mampu melakukan rekayasa atas peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat, dan ini yang terjadi sampai hari ini," jelas pria yang akrab disapa Kama Bunga ini.

Tak hanya itu, akademisi Universitas Asyiariah Mandar (Unasman) ini juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang ada di wilayah pengunungan Polewali Mandar.

Menurut Hakim, buruknya infrastruktur jalan menjadi salah satu penyebab hasil bumi warga setempat sulit dipasarkan di kota. Belum lagi biaya transfortasi yang jauh lebih mahal, ketimbang keuntungan yang didapat dari pejualan hasil bumi tersebut.

"Dan bahkan tidak jarang buah-buahan di wilayah pengunungan Polman membusuk karena tak bisa dijual di pasar akibat infrastruktur jalan yang rusak parah. Nah kalau sudah seperti ini, dimana kita bisa menjamin kesejahteraan masyarakat," kata Hakim.

Selain itu, di tempat yang sama Hakim juga menyoroti soal rencana pembangunan bandara di Polman. Ia mengatakan, pembangunan bandara di wilayah tersebut tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Menurutnya, daya beli masyarakatlah yang harus terlebih dahulu ditingkatkan, karena kalau daya beli masyarakat meningkat, maka pendapatan daerah juga akan mengalami peningkatan. 

"Saya belum menemukan kajian strategis bahwasanya bandara dan pelabuhan bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Justru yang saya temukan adalah tingginya daya beli akan mendorong kemandirian dan kesejahteraan rakyat, termasuk mandiri dalam menyekolahkan anak-anak mereka," jelasnya.    

Tag :

kpmpm polman
  • 313 Dibaca