Rektor Unasman, Dr. Chuduriah Sahabuddin

Soal Korupsi di Sulbar, Rektor Unasman Mengaku Prihatin


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar - Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Polewali Mandar, Dr. Chuduriah Sahabuddin mengaku sangat prihatin atas kasus yang menimpa empat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat.

"Sebagai pendidik di Sulbar, kita ikut prihatin karena mereka itu adalah orang-orang pilihan dan orang-orang kebanggaan yang kemudian terlibat masalah seperti ini," kata Chuduriah saat dihubungi via sambungan telepon Seputarsulawesi.com, Kamis, 5 Oktober 2017.

Chuduriah menjelaskan, empat pimpinan DPRD Sulbar tersebut merupakan orang-orang terbaik dan kebanggan bagi seluruh masyarakat Sulbar serta memilik banyak pengalaman dalam bidang pemerintahan. Namun, dengan adanya kasus tersebut merupakan sebuah musibah bagi Provinsi Sulbar.

"Mereka itu, bukan orang-orang baru terlibat dalam pemerintahan. Mereka kita anggap sebagai orang-orang terbaik dan mempunyai pengalaman yang membanggakan," ungkapnya.

Chuduriah berpesan, bagi seluruh generasi muda Sulbar harus banyak belajar dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Karena, sebagai manusia biasa, pasti tidak pernah luput dari kesalahan. Sehingga dengan demikian, ia pun meminta agar publik tidak cepat memvonis kesalahan seseorang, sebab proses hukum masih berlanjut. "Kita menunggu hasilnya saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Sulawesi Barat tahun 2016 pada Rabu, 4 Oktober 2017.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Jan S Maringka mengatakan, empat pimpinan DPRD Sulbar yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Sulawesi Barat tahun 2016 yaitu, Ketua DPRD Sulbar Inisial AM, dan tiga Wakil Ketua DPRD Sulbar yaitu inisial MW, HHH dan HH. 

  • 699 Dibaca