Keterangan Gambar : Siswa SD menulis surat untuk Presiden Jokowidodo

Surat Untuk Presiden, Dari Minta Bis Masuk Pelosok Hingga Minta Kambing

Gerakan Ayo Menulis Siswa SD dari Tanah Mandar


Seputarsulawesi.com, Polman,- "Saya ingin mengajukan transportasi bisa masuk Desa Mosso seperti Bis sekolah agar anak-anak sekolah tidak jalan kaki," tulis siswa kelas IV SDN 025 Mosso, Muh. Fitrah.

Muh. Fitrah merupakan salah seorang siswa yang dalam kegiatan gerakan ayo menulis yang diinisiasi oleh perusahaan alat tulis PT Standarpen industries di lapangan sepakbola Desa Tamangngalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman Rabu. Kamis, 2 November  2017.

Kegiatan ini menulis surat untuk Presiden Jokowidodo ini sudah dilakukan di berbagai provinsi dan kali ini dilaksanakan di tanah mandar, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat yang diikuti ribuan siswa sekolah dasar.

Keterangan Gambar : Siswa menulis surat untuk Presiden Jokowidodo bagi di bawah pohon kepala

Irwan misalnya siswa SDN 046 Baru Parappe dalam suratnya ia meminta kambing "Lewat surat ini  saya meminta kepada Presiden RI untuk memberikan bantuan kambing untuk dikembangbiakkan sehingga saya bisa melanjutkan pendidikan itu ke jenjang berikutnya," tulis siswa kelas IV SD ini.

Gerakan #ayo menulis ini diikuti 22 SD se-Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman dari kelas 3 hingga kelas 6 SD. Siswa-siswa yang ikut dalam kegiatan ini tampak sangat antusias, terlihat meraka menulis surat di antara pohon kelapa setelah itu surat yang ditujukan ke Presiden Jokowidodo tersebut kemudian diletakkan di atas lepa-lepa (perahu sampan) sebagai simbol para nelayan di Polman.  

Keterangan Gambar : Siswa mengumpulkan surat untuk Presiden Jokowidodo di atas lepa-lepa (perahu sampan).

Ketua Armada Pustaka Mandar, Ridwan Alimuddin mengaku senang dengan gerakan ayo menulis menurutnya selama ini gerakan literasi berupa mengajak anak-anak atau generasi mudah membaca saja.

"Adanya kepercayaan dari pihak standarpen kepada kami (Armada Pustaka Mandar) dalam gerakan ayo menulis membuat kegiatan kami makin berkulitas sebab banyak masalah-masalah yang ada di luar di antaranya hoax hanya mampu dibendung oleh orang-orang yang bergerak di bidang litetasi," paparnya.

Dengan adanya kegiatan belajar  menulis surat ini  diharapkan anak-anak kembali giat menulis baik di sekolah maupun di rumah, selain itu anak-anak diharapkan bisa bercerita tentang daerah atau kearifan lokal setempat.

"Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memupuk semangat dalam pengenalan literasi pada anak-anak misalnya gerakan membaca dan menulis 15 menit," kata Nury penggiat literasi yang juga mengawal kegiatan ayo menulis di seluruh Indonesia.

  • 176 Dibaca