Tahun ini, UN Bukan Lagi Penentu Kelulusan Siswa


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Tahun ini, Ujian Nasional (UN) bukan lagi penentu kelulusan siswa, akan tetapi yang menentukan kelulusan siswa adalah Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

"Jadi ujian Nasional bukan lagi penentu kelulusan, UN saat ini hanya menjadi pemetaan Pendidikan dalam sebuah wilayah," kata Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, Muhiddin beberapa hari lalu.

Muhiddin menjelaskan, USBN akan dilaksanakan dua minggu sebelum UN dilaksanakan. Menurutnya, ada tujuh mata pelajaran yang akan di USBN kan yakni Agama yang soalnya dari Kementerian Agama Polman, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK).

Selain mata pelajaran Agama, lanjut Muhiddin, enam mata pelajaran umum tersebut, 25 persen dibuat oleh Pusat, dan 75 persen dibuat oleh masing-masing musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di Polman.

Meski 75 persen soal dibuat oleh MGMP, namun kisi-kisi dalam pembuatan soal tetap merujuk pada kisi-kisi yang dibuat oleh pusat. Dan untuk tahun ini, kata Muhiddin setiap mata pelajaran yang di USBN kan, selain pilihan ganda juga terdapat soal essai.

"Untuk soal essai pada setiap mata pelajaran, soal essai hanya terdapat beberapa nomor saja dan yang lebih mendominasi soal pilihan ganda," katanya lagi.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Matakali, Muh. Ihsan Saleh Djaya menyambut baik penentuan kelulusan yang tidak lagi berdasarkan pada Ujian Nasional itu. Meski demikian, menurutnya pusat harus tetap melakukan pemilihan zona wilayah sebagai tolok ukur tingkat keberhasilan suatu wilayah. 

Ia menambahkan, karakter siswa harus bisa menjadi salah satu pertimbangan kelulusan siswa. Menurutnya seorang siswa tidak hanya harus cerdas namun juga harus memiliki akhlak yang baik sehingga dapat meraih sukses dan diterima oleh kalangan masyarakat.

"Penilaian nilai dalam hal ini penekanannya adalah terwujud dalam nilai-nilai karakter yang dimulai dari saat siswa sekolah" terang Ihsan.

  • 386 Dibaca