Nurhalimah ibu Abdul Rasyid

Tak Punya Biaya, Bayi Asal Polman Ini Dipulangkan Dari Rumah Sakit Wahidin


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Bayi berusia delapan bulan ini terpaksa harus dirawat jalan, lantaran orang tua bayi bernama Abdul Rasyid ini tak punya biaya. Bayi penderita sitomegalofirus dengan berat badan 3,2 Kg ini tinggal di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar.

Orang tua Abdul Rasyid hanya berprofesi sebagai nelayan biasa. Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sepekan, orang tua Rasyid hanya bisa mendapat uang Rp. 500 sampai 600 ribu, itu pun tergantung dari hasil tangkapannya di laut. Praktis penghasilannya itu tidak cukup untuk membiayai perawatan anaknya.

Nurhalimah (26), Ibu dari Abdul Rasyid saat ditemui dikediamaanya mengatakan, anaknya sudah mengalami kelainan pada usia dua minggu, bermula dari berat badan yang menurun, kemudian berlanjut pada ujung mata yang menguning, dan lama-kelamaan menjalar ke seluruh tubuh bayi malang itu.

"Diguga, bayi saya ini menderita penyakit sitomegalofirus rubella, sebuah penyakit dimana virus menyerang hati dan mata," kata Nurhalimah.

Beberapa hari kemudian, bayi tersebut dibawah ke Puskesmas, pihak Puskesmas kemudian merujuk Abdul Rasyid ke Rumah Sakit Majene, setelah lima hari dirawat di rumah sakit Majene tak ada perubahan, bayi tersebut kemudian dirujuak ke Rumah Sakit Unhas di Makassar.  

Abdul Rasyid dirawat di Rumah sakit Unhas selama lima Minggu, kemudian dipindahkan ke RS Wahidin Makassar. Di rumah sakit ini, Abdul Rasyid dirawat selama dua bulan. Karena alasan biaya, akhirnya orang tua Rasyid terpaksa memulangkan anaknya.

"Selama anak saya dirawat, suami saya tidak melaut, saya hanya mengandalkan bantuan tetangga serta keluarga, dan sampai saat ini saya masih punya utang sebanyak Rp. 20 juta untuk biaya perawatan anak saya," ungkap Nurhalimah.

Nurhalimah menambahkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh, bayi laki-lakinya itu harus minum susu pregestimil isi 400 Gram, dengan harga Rp. 311 ribu. "Susu itu habis dalam lima hari saja," katanya lagi 

Sejauh ini sudah ada beberapa bantuan dari berbagai pihak, diataranya Dinas Sosial Polman, sebesar Rp. 3 Juta, perangkat desa serta  bantuan dari para relawan dari berbagai media sosial.

"Dana terkumpul saat ini sebesar, Rp.10.700.000. Semoga bantuan tersebut menjadi berkah untuk Abdul Rasyid," kata Ahamad Zacky, fasilitator penggalangan dana untuk Abdul Rasyid saat dihubungi via telepon.

Menurut Zakcy, hari ini, dana tersebut akan diserakan ke orang tua Rasyid. Dana tersebut merupakan bantuan warga Sulbar yang disebar di berbagai media sosial. 

Dengan biaya tersebut, Rasyid rencana akan dibawa kembali ke RS Wahidin Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif pada tanggal 19 Okotber 2017 mendatang.

"Kita butuh pendamping untuk mendampingi orang tua dan Rasyid selama di Rumah Sakit," kata Zacky. 

Laporan: Rahmayani

  • 216 Dibaca