Kondisi Madia yang terbaring lemah

Tak Punya KTP, Pemerintah Enggan Melayani Penderita Kusta


Seputarsulawesi.com, Polman,- "Sudah jatuh tertimpa tangga pula" sebuah pepatah menggambarkan kondisi Madia (30), pria penderita penyakit kusta di Dusun Buttu Lamba, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Pasalnya Madia yang kondisi penyakitnya semakin parah selama 6 bulan terakhir, Ia pula ditinggal pergi istri yang tak kunjung kembali.

Madia selama ini hanya dirawat oleh ayahnya setelah ibunya meninggal dunia di rumah yang berukuran 3 x 5 meter. Badannya hanya menyisahkan tulang berbalut kulit dan hanya mampu terbaring lemah di atas tempat tidur.

Kondisi, Madia luput dari perhatian pemerintah setempat. Pemerintah seolah menutup mata dengan kondisi Madia. Alasan dokumen kependudukan (KTP) yang tak dimiliki Madia manjadi alasan pemerintah enggan membantu. Bukannya Madia tak punya dokumen kependudukan, tapi semua dokumen kependudukan Madia dibawa pergi sang istri.

Madia asli penduduk Desa Pasian berdasarkan akte kelahirannya. Namun, saat masih berusia 3 tahun Madia dibawa merantau ke Malaysia  dan baru kembali saat tahun 2014 lalu.   

Kumma, ayah Madia hanya bisa pasrah. Ia hanya bekerja sebagai buruh batu bata di Desa Pasian dengan penghasilan di bawah satu juta sebulan.

"Saya hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tentu," ungkap Kumma kepada Seputarsulawesi.com, Minggu, 29 April 2018.

Kumma mengatakan tak dapat berbuat banyak untuk mengobati kondisi anaknya. Ia juga tak dapat berharap banyak dengan pemerintah setempat.

 

Tag :

polman sulbar
  • 962 Dibaca
Previous Post