Tersangka, Bupati Takalar Belum Dijadwal untuk Diperiksa


Seputarsulawesi.com, Makassar - Kejaksaan Tinggi Sulselbar belum menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin terkait kasus dugaan korupsi penjualan lahan transmigrasi di Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Takalar. Padahal, Burhanuddin telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulsel pada 20 Juli 2017.

Melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar Salahuddin, mengatakan agenda pemeriksaan terhadap tersangka Burhanuddin Baharuddin masih menunggu informasi agenda pemeriksaan dari penyidik.

"Belum tau kapan, kita tunggu informasi dari penyidik," kata Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin, Senin 31 Juli 2017.

Sementara itu, Wakil direktur Anti Corruption Commite (ACC) Sulsel Abdul Kadir Wakanubun mendesak Kejati Sulselbar untuk melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin. Kadir menduga proyek yang melibatkan Bupati Takalar melibatkan banyak pihak.

"Berkas tersangka lainnya sudah disidangkan, olehnya itu kami berharap yang bersangkutan segera diperiksa, demi mempercepat penuntasan kasusnya," kata Kadir.

Diketahui, Burhanuddin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga penyalagunaan kewenangan karena mengeluarkan izin prinsip kepada kepada PT Karya Insan Cirebon untuk zona industri berat tertanggal 15 Oktober 2015 di lokasi Desa Laikang dan Desa Punaga.

Padahal di lokasi itu seluas 3.806,25 Hektar merupakan lahan pencadangan tanah untuk pembangunan kawasan pemukiman transmigrasi sesuai dengan Surat Keputusn (SK) Gubernur nomor 1431/V/tahun 1999.

Atas izin yang dikeluarkan Bupati Takalar, Camat Mangarabombang M.Noer Utary, Kepala Desa Laikang, Sila Laidi, dan Sekretaris Desa, Risno Siswanto menjual lahan dengan menerbitkan Sporadik, Hak Guna Bangunan (HGB).

Tersangka dituding merekayasa kepemilikan lahan seolah olah tanah yang dijual itu milik masyarakat dengan alas hak tanah garapan.

Lahan itu diketahui dijual pada tahun 2015 kepada penguasahan Tiongkok, yakni PT Karya Insan Cirebon dengan nilai realisasi penjualanya senilai Rp 18.507.995.000 atas luas lahan 150 Hektar.

Penulis : Abdul Rahman

  • 134 Dibaca