Teseng, Pendidikan dan Akses Sumber Penghidupan


Muhammad Aras Prabowo
(Mahasiswa Magister Akuntansi Univ. Mercu Buana Jakarta)

Praktik ekonomi tersebut telah banyak membantu perekonomian masyarakt di Sulawesi Selatan, termasuk di Kabupaten Bone. Karena teseng, masyarakat dan setiap orangtua dapat mengakses pendidikan untuk anak-anaknya.

Banyak anak yang menempuh pendidikan sampai dengan jenjang perguruan tinggi ditopang dari hasil teseng sapi. Hasil wawancara penulis dengan salah satu responden yang pernah melakukan teseng menyatakan bahwa “Saya bisa mengakses pendidikan karena hasil teseng, Saya menjual sapi dari hasil teseng untuk membiayai sekolah mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA)”.

 Tidak hanya itu, penyelesaian studi di tingkat perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana juga dibantu oleh hasil teseng.  Ada juga yang mencapai pendidikan sampai tingkat master  karena disubsidi oleh penjualan sapi hasil teseng.

Baca tulisan sebelumnya: Teseng: Alternatif Keluar dari Lingkaran Kemiskinan

Masyarakat dapat membeli kebutuhan pertanian karena teseng. Seperti mesin traktor pembajak sawah. Alat tersebut sangat membantu dalam pengolaan sawah, mempercepat pengolaannya dan dapat meningkatkan hasil pertanian.

Motor pun dibeli dari hasil penjualan sapi, bahkan salah satu sumber pendanaan yang dapat membantu dalam pembangunan rumah adalah hasil dari teseng.

Teseng juga dapat menutupi keperluan keuangan yang sifatnya mendadak. Seperti kita ketahui bahwa sapi dapat dengan mudah dijual jika kita perlu dan untuk keperluan yang sifatnya mendadak. Misalnya, jika terkena musibah. Apakah kecelakaan atau jatuh sakit sehingga memerlukan biaya untuk rumah sakit.

Salah satu alternatif pembiayaan yang dapat menghasilkan uang tunai dengan cepat adalah dengan menjual sapi. Meskipun matteseng sapi memerlukan waktu yang relatif lama, namun dapat membangun kemandirian ekonomi.

Menurut para pelaku, teseng sangat berpengaruh dalam perekonomian, kita hanya perlu bertanggung jawab dalam menjaga dan memeliharanya. Kita sangat bersyukur kemurahan hati orang yang ingin mempercayakan sapinya untuk kita pelihara, tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut sangat bermanfaat bagi perekonomian keluarga saya.

Satu-satunya resiko dalam teseng adalah kematian atas sapi yang diteseng. Hanya itu yang luput dari jaminan patteseng, karena sapi adalah makhluk hidup dan bernyawa.

Teseng merupakan salah satu bentuk investasi yang saling menguntungkan, baik pappatteseng maupun patteseng. Tidak ada yang dirugikan, namun keduanya merasa saling diuntungkan.

Teseng tidak seperti dengan sistem ekonomi kapital, di mana pemilik modal memiliki demonasi yang lebih besar dari pada pekerja. Bahkan cenderung yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Berbeda dengan teseng, antara pappatteseng dan patteseng fleksibel, bisa saja pappatteseng digantikan posisinya dengan patteseng dan pappatteng bisa saja menjadi patteseng. Misalnya si A awalnya matteseng sapi kepada si B dan hasil dari teseng tersebut si A sudah memiliki juga sapi sama seperti si B. Hingga dua tahun si A telah memiliki tiga sapi beserta anak dan induknya. Namun karena keperluan yang mendadak, si B harus menjual semua sapinya, sehingga si B meminta kepada si A agar dia dapat matteseng sapi kepadanya.

Begitulah realitas yang sering terjadi, tidak ada yang saling mendominasi sehingga teseng dapat memproteksi keluarga yang awalnya tidak memiliki modal sampai dengan memiliki akses terhadap sumber-sumber penghidupan.

Uraian di atas telah memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana teseng berkonstribusi dalam membangun kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Bahkan dapat mengakses pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya yang dapat memecahkan dan keluar dari belenggu kemiskinan yang selama ini dianggap sebagai lingkaran setan.

Tag :

aras-prabowo
  • 443 Dibaca