Tidak Seperti Ini HMI yang Saya Kenal


Seputarsulawesi.com, Makassar- Aksi pengrusakan yang diduga dilakukan oleh kader-kader HMI saat menggelar aksi di depan Gedung KPK Jakarta beberapa hari lalu menuai banyak sorotan. Pasalnya, aksi anarkis tersebut telah merusak beberapa fasilitas publik.

Aksi yang meminta Ketua KPK Saut Situmorang untuk meminta maaf terkait pernyataanya di salah satu media TV swasta itu, tak satupun dari mereka yang menyampaikan permohonan maaf atas "kerusakan" dan kemacetan yang ditimbulkan dari aksi mereka.

"Kok Situmorang yang di demo, kita juga ikut tersiksa kena macet" papar Renita, salah seorang penguna jalan, saat melintas di Sultan Alauddin dua hari lalu.

Tak hanya itu, kritikan juga tersiar diberbagai media sosial. Salah satunya pemilik akun facebook bernama Nopie Kurniawati.Ia menyampaikan kritikannya tersebut dengan menulis status yang mengatakan; 

"Hmm... mas, mbak, bang, kak, sampean2 itu mahasiswa loh, membawa nama Islam pula. Yang di gadang2 untuk menjadi pewaris bangsa. Pemimpin-pemimpin di masa depan. Kok baru jadi mahasiswa saja sudah begitu cara berdemokrasinya?. Bagaimana kalau kalian menjadi pemimpin dan harus mengakomodasi banyak kepentingan?," tulisnya pada 9 Mei 2016, pukul 19.46.

Lewat statusnya itu, ia juga menyarankan agar demonstran tersebut mengunakan cara-cara damai dalam menyelesaiakan permasalahan. "Kalian merasa ada masalah dengan pimpinan KPK?. Ajak dialog. Kirim utusan kalian. Bicara baik2. Kalau sudah tidak bisa, lakukan somasi. Tempuh jalur hukum. Selesaikan di pengadilan. Itu baru cara mahasiswa. Kalian khan organisasi intelektual, bukan suporter bola liar atau brandalan genk motor," tulisnya lagi.

Senanda dengan itu, salah seorang kader HMI Santa Lebang mengaku sedih menyaksikan organisasinya tersebut menjadi sasaran kritikan diberbagai media sosial. Menurutnya, kritikan tersebut sebenarnya tak perlu terjadi, andaikan aksi tersebut mengunakan cara-cara intelek dalam menyelesaikan masalah.

Aksi anarkis dengan merusak fasilitas publik itu pun dinilainya bukan ajaran HMI, sebab organisasi Hijau Hitam itu sangat menjunjung tinggi perdamaian dan anti anakisme. "Tidak Seperti ini HMI yang saya kenal," tegas kader HMI Manakkara Mamuju angkatan 2009 ini.

Di akhir komentarnya ia menambahkan bahwa aksi anarkisme tersebut bukan kehendak HMI atau PB. HMI sebab di HMI kader-kadernya diajari untuk menjadi orang yang intelektual dan mengedepankan ide atau gagasan dalam bersikap.

“Bisa saja aksi tersebut ada yang memprovokasi, dan harus ada investigasi untuk itu, sebab kemarin teman-teman HMI masih menggelar aksi dan dihadiri langsung ketum PB.HMI, Mulyadi P. Tamsir. Aksinya berlangsung damai kok. Bahkan HMI bawakan Sapuh untuk bersih-bersih di KPK,” Jelas Santa. (SAP/Kambel)

Tag :

HMI
  • 554 Dibaca