Foto: humas.majenekab.go.id

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Majene Terus Genjot Tanaman Kedelai


Seputarsulawesi.com, Majene- Guna meningkatkan ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene terus mengenjot tanaman kedelai dengan kembali membuka lahan baru untuk komoditas kedelai yang dipercayakan kepada Kelompok Tani Sirannuang, di wilayah Parang–parang, Kelurahan Tande Timur, Kabupaten Majene.  

Meski demikian, dari tiga upaya khusus (Upsus) yang dikembangkan oleh Pemerintah Majene di sektor pertanian, kedelai memang menunjukan grafik yang belum menggembirakan, hingga di penghujung akhir tahun ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari humas.majenekab.go.id menyebutkan bahwa, dari target tanam kedelai seluas 381 hektar, realisasinya baru mencapai 25.61 persen. Berbeda dengan dua komoditas holtikultura lainya, seperti padi dan jagung. 

Kedua tanaman tersebut, masing – masing telah melampaui angka 100 persen diakhir tahun 2017 ini. Untuk Padi, luas tanam 748 hektare, realisasi tanamnya 104.2 persen. Sementara komoditas jagung, target 1000 hektare, telah terealisasi seluas 1.454 hektare.

Burhanuddin, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Majene mengatakan, lemahnya tanaman kedelai, bukan karena kurangnya perhatian atau intervensi dari pemerintah daerah. Namun disebabkan karena pelaksanaan anggaran dari APBN baru dioptimalkan di bulan Oktober tahun 2017. Sehingga dana yang kucur ke daerah juga bergantung pada pemerintah pusat. 

"Belum lagi ketersediaan benih kedelai yang sulit ditemukan," kata Burhanuddin saat penanaman perdana kedelai di Kelurahan Tande Timur, Wilayah Parang – parang, Rabu 20 Desember 2017 kemarin.

Meski demikian, lanjut Burhanuddin, Upsus untuk komoditi padi, jagung dan kedelai akan terus dioptimalkan dalam upaya meningkatan ketahanan pangan nasional.  Seperti yang dilakukan kemarin, dengan kembali membuka lahan baru untuk komoditas kedelai yang dipercayakan kepada Kelompok tani Sirannuang itu.

Tag :

majene
  • 123 Dibaca