Warga Desa Paku Tolak Rencana Pembangunan Bandara di Polman


Seputarsulawesi.com, Polman,- Rencana Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar untuk membangun bandara internasional di Desa Paku Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman menuai Sorotan. Lokasi yang ditunjuk untuk membangun bandara merupakan perkampungan nelayan.

Seorang warga Dusun Teteh, Desa Paku berinisial A (30) mengatakan warga menolak pembangunan  bandara  di desanya dengan alasan akan kehilangan mata pencaharian sebagai Nelayan.

"Saya dan warga masyarakat di sini bersikeras menolak pembangunan bandara karena kami akan kehilangan mata pencaharian dan kalaupun kami dipindahkan otomatis tempat kami jauh dan butuh biaya lagi ketika ingin melaut," ungkapnya kepada seputarsulawesi.com, Jum'at, 6 Oktober 2017

Hal serupa juga diungkapkan warga lain. Mereka semua sepakat menolak pembangunan bandara dengan alasan akan kehilangan mata pencaharian dan mereka mengancam akan turun melakukan demonstrasi pada Kamis depan, 12 Oktober 2017,  jika Bupati Polman belum turun menemui warga.

"Kami menyarakankan kepada Bupati Polman kalau mau membuat bandara cari lokasi yang sesuai dan bukan kawasan padat penduduk," ungkap seorang warga, Jamaluddin dengan nada emosi.  

Awalnya mereka mendapatkan informasi kalau tempat tinggal mereka akan digusur dari media dan sudah pernah ada dari dinas terkait melakukan survei ke lokasi tanpa ada sosialisasi dahulu.

Luas lokasi pembanguan bandara diperkirakan 150 hektar yang terletak di daerah padat penduduk dengan jumlah 2000 jiwa orang bermukim di Desa Paku.   

Kepala Desa Paku Syarifuddin mengatakan pembangunan bandara di Desa Paku hanya sebatas wacana dan belum ditetapkan lokasinya

"Pak bupati belum perintahkan akan pembangunan bandara di Desa Paku  dan belum pula ditentukan lokasinya," ungkapnya.

Sementara itu Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) yang temui di Kantornya mengatakan jika warga menolak pembangunan bandara di Desa Paku, maka lokasi pembangunan bandara akan dipindahkan ke lokasi lain salah satunya Pulau Battoa Kecamatan Binuang.

"Ya tidak usah kalau tidak mau, kami hanya mencoba mencarikan dia lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraannya tapi kalau tidak mau ya sudah banyak lokasi lain," katanya singkat.

Laporan : Rahmayani

  • 943 Dibaca