Foto : Amal Tateken, saat antri di Diadukcapil Polewali Mandar

Warga Keluhkan Lambannya Pelayanan Diadukcapil Polewali Mandar


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Warga Polewali Mandar mengeluhkan lambannya pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) Polewali Mandar terkait pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Pasalnya, warga setempat sudah berbulan-bulan mengantri untuk mempertanyakan e-KTP mereka, namun tak kunjung selesai.

"Banyak orang yang melakukan antri untuk buat e-KTP, dan bahkan ada yang sampai 3 bulan mengantri, tapi e-KTP-nya tak kunjung selesai," kata Amal Tateken, salah seorang Warga Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar saat dihubungi Seputarsulawesi.com,
Senin malam (5/12).

Menurutnya, berbagai macam alasan diutarakan oleh pegawai setempat, mulai dari blangko yang tidak tersedia, hingga jaringan yang bermasalah. Akibatnya, Amal pun mengaku kecewa dengan pelayanan yang dinilai tidak memuaskan tersebut.

"Masa jaringan bermasalah sampai tiga bulan? Pokoknya macam-macam saja alasannya kak, mulai dari persoalan blangko, jaringanlah hingga alat potonya. Sementara banyak warga yang belum ber KTP elektrik," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Madi, salah seorang warga Tubbi Taramanu (Tutar), Polewali Mandar. Ia mengaku pengurusan e-KTP-nya sudah berjalan 3 bulan dan tak kunjung selesai. Padahal ia harus bolak-balik dari Tutar ke Polewali hanya untuk mengurus identitas kependudukannya tersebut.

"Sudah tiga bulan saya bolak-balik dari Tutar ke Polewali hanya hanya untuk mengurus KTP," katanya.

Amal menambahkan, pelayanan tersebut membuat warga di daerah Bulo, Lenggo dan Tutar malas untuk mengurus e-KTP. Selain karena jarak dan kondisi jalan yang rusak parah, juga karena mereka malas mengantri terlalu lama.

"Banyak orang tua kami di tiga wilayah itu tidak punya KTP elektrik. Selain karena jarak yang cukup jauh dan belum tentu bisa selesai dalam sehari, mereka juga malas bolak-balik karena ini terkait biaya transfor yang cukup mahal," katanya.

Meski mereka terancam tak bisa ikut memilih di Pilgub Sulbar 2017 mendatang, lanjut Amal, mereka hanya bisa pasrah karena kondisi yang membuatnya harus seperti itu.

Agar pelayanan e-KTP ini bisa berjalan dengan baik dan tidak merepotkan warga, Mantan Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Palili (HPMP) Polman ini menyarankan agar instansi yang bersangkutan menjemput bola atau memaksimalkan pelayanannya di setiap kecamatan, khususnya di daerah-daerah pelosok.

"Kalu tidak bisa langsung ke desa memberi pelayanan, cukup di kecamatan saja, kasian warga kalau begini terus pelayanannya," tegas amal. (SAP)

Tag :

polman
  • 476 Dibaca