Warga Kembali Keluhkan Pelayanan Diskucapil Polman


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Warga Polewali Mandar kembali mengeluh soal pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskucapil) Kabupaten Polewali Mandar. Pasalnya, pelayanan di intansi ini tidak pernah mengalami peningkatan, meski tahun telah berganti, dan bahkan cenderung menyusahkan warga setempat. 

Dalam hal pelayanan administasi kependudukan, pegawai setempat dinilai tidak cekatan menyelesaikan tugas mereka, dan bahkan warga kerap diminta untuk datang beberapa hari kemudian. Sehingga mereka pun terpaksa harus bolak-balik, hanya untuk mengurus administarsi kependudukannya itu.

Parahnya lagi, waktu yang dijanjikannya itu, belum tentu ada jaminan urusan administrasi selesai. Berbagai alasan pun kerap diungkapkan oleh pegawai setempat, mulai alasan Kepala Dinas Keluar kota, hingga keluhan soal jaringan dan blangko yang belum tercetak.

Kindo Cicci, salah seorang warga Campalagian bersama suaminya mengaku sudah dua minggu bolak-balik mengurus administrasi kependudukan mereka, namun hal hal itu tak kunjung selesai, dan bahkan keduanya kerap disuruh menunggu hingga siang hari. hal itu terus terulang hingga dua minggu dengan berbagai macam alasan.

Setahun yang lalu, hal yang sama juga pernah dialami oleh Amal, salah seorang warga Kecamatan Bulo. Amal mengeluh soal lambannya pelayanan Diskucapil tersebut. Pasalnya, warga setempat sudah berbulan-bulan mengantri mempertanyakan e-KTP mereka, namun tak kunjung selesai. Kejadian tersebut terjadi sekitar tanggal 06 Desember 2016. 

Selengkapnya baca: Warga Keluhkan Lambannya Pelayanan Diadukcapil Polewali Mandar

Tak ayal pun, fenomena itu menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Salah satunya adalah Aldy Widianto yang juga saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM).

Aldy mengaku kecewa, pasalnya bukan dirinya saja yang mengalami pelakuan yang tidak menyenangkan itu, tapi hampir semua warga yang datang mengurus administarasi kependudukan di kantor tersebut.

"Saya kecewa, karena bukan cuma saya yang mengalaminya, tapi banyak saudara-saudara saya dari pelosok yang terpaksa harus bolak balik urus berkasnya," jelas Aldy Widianto lewat keterangan tertulisnya ke Seputarsulawesi.com, Selasa, 2 Januari 2018.

Tak hanya itu, Aldi menduga pegawai di kantor Diskucapil itu tak paham dengan pekerjaannya, sehingga warga yang datang mengurus kebutuhan administrasi mereka tidak terlayani dengan baik. 

Padahal menurut Aldi, pelayanan administarsi kependudukan itu bisa diselesaikan dalam beberapa jam, atau paling lama setegah hari, dan tidak mesti harus diundur-undur hingga beberapa hari kemudian. 

"Ini bukan kali pertama warga mengeluhkan pelanyanan ini, hampir setiap hari ada yang kecewa, karena buruknya pelanyanan di kantor itu," katanya lagi.

Aldi mengaku kasian melihat masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok pengunungan Polman, mereka selain harus meninggalkan pekerjaannya, juga uang mereka habis hanya untuk biaya transfortasi bolak-balik, hanya untuk berurusan dengan pelayanan yang tidak profesional itu.  

Aldy berharap, pemerintah setempat bisa melayani baik-baik warganya, apalagi kelengkapan administarsi kependudukan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah, dan itu di atur dalam Undang-undang tahun 2006 nomor 23 tentang administrasi kependudukan,

  • 254 Dibaca