Warga Sesalkan Pelayanan di Kemenag Kabupaten Majene


Seputarsulawesi.com, Majene,- Salah seorang warga Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, Anas menyesalkan pelayanan di Kementerian Agama Kabupaten Majene.

Pasalnya, salah seorang warga Majene, Sakka (55) ingin mendaftarkan dirinya sebagai calon jamaah haji di kabupaten tersebut. Namun, pihak Kemenag menolak dengan alasan Sakka tidak tinggal di daerah Majene.

Anas mengaku, sebaiknya pihak Kemenag Majene harus lebih banyak melakukan sosialisasi terkait regulasi yang berlaku di Kemenag. Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang regulasi yang sedang berjalan di Kemenag pasti masih kurang.

"Saya menyesalkan kejadian ini, karena korban adalah masyarakat. Kenapa tidak dari awal masyarakat ditolak memang saat perpindahan domisili," kata Anas kepada Seputarsulawesi.com melalui via sambungan telepon, Minggu, 29 Oktober 2017.

"Maunya ditanyakan, apa alasannya sehingga mau pindah, kalau memang alasannya ingin pindah gara-gara haji harus di tolak memang," tegas Anas.

Sementara, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Majene, Andi Amrullah Aqil mengatakan, alasan sehingga administrasi Sakka ditolak karena pihak yang bersangkutan tidak tinggal di Kabupaten Majene melainkan tinggal di Kabupaten Pinrang.

Amrullah mengungkapkan, meskipun Sakka telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili. Namun, Sakka tidak berdomisili di Kabupaten Majene.

"KTP Domisili berarti KTP orang yang tinggal di Kabupaten Majene," ungkap Amrullah kepada Seputarsulawesi.com melalui via sambungan telepon, Minggu, 29 Oktober 2017.

"KTP domisili itu adalah KTP pendudukyang berdomisili di Kabupaten Majene. Tapi yang bersangkutan tidak berdomisili di Kabupaten Majene dia berdomisili di wilayah Kabupaten Pinrang," tambah Amrullah.

Amrullah menegaskan, jika masyarakat yang ingin mendaftar haji harus sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

  • 616 Dibaca