Warga Sesalkan Sikap KPU RI Tetap Lanjutkan Seleksi Calon KPU Sulbar


Seputarsulawesi.com, Mamuju- Salah seorang warga Kabupaten Mamuju, Masram menyesalkan Keputusan KPU RI yang tetap melanjutkan seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat yang rencananya akan melakukan Fit and proper test pada tanggal 17 Mei 2018.

Masram menilai, tindakan tersebut adalah salah satu bentuk arogansi yang diperlihatkan oleh KPU RI, dengan menutup mata dan telinga atas adanya beberapa pelanggaran-pelanggaran terhadap regulasi yang dilakukan oleh Timsel KPU dalam Rekrutmen calon Anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu.

“Pelanggaran-pelanggaran tersebut diduga dibuat secara sistimatis oleh Timsel untuk kepentingan peserta tertentu, dan ini jelas adalah sebuah pelanggaran hukum,” kata Masram via keterangan tertulisnya ke Seputarsulawesi.com, Rabu, 16 Mei 2018.

Lebih lanjut, Masram mengatakan, meski dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke KPU RI, melalui Pengaduan masyarakat yang disampaikan pada tanggal 10 April 2018 lalu, namun hingga saat ini tak mendapat respons, dan bahkan KPU RI hanya mendiamkan dan seakan mengamini segala bentuk pelanggaran-pelanggaran terhadap Juknis yang mengatur Rekrutmen Calon Anggota KPU Provinsi, dan Anggota KPU Kabupaten/Kota, yang dilakukan oleh Timsel.

Adapun Pelanggaran dimaksud dan telah dilaporkan Kepada KPU RI anatara lain:

  1. Adanya Peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi namun tetap di luluskan oleh Timsel.

  2. Adanya Peserta yang tidak mencapai amban batas minimal angka kelulusan dalam tes chat, namun peserta tersebut tetap dinyatakan memenuhi syarat oleh timsel.

  3. Bahwa ketentuan Pemeriksaan Mata dan THT kepada peserta adalah hal yang wajib dan bukan sekedar penunjang, namun oleh timsel tidak mensyaratkan hal tersebut, ini diduga untuk kepentingan orang lain dan atau untuk menguntungkan peserta tertentu.

Selain hal-hal tersebut di atas, lanjut Masram beberapa bukti lain, yang akan diperlihatkan dipersidangan DKPP dan Bawaslu nanti, seperti Hasil kesimpulan Tim Psikologi dan Hasil Kesimpulan Tim Dokter terhadap masing-masing peserta, yang saya minta melalui prosodur sebagaimana dmaksud dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Terhadap pelanggaran-pelanggaran yang telah dilaporkan kepada KPU RI, seharusnya KPU RI tidak mengambil langkah-langkah atau tindakan sewenang-wenang dengan tetap melanjutkan proses Fit and proper test terhadap ke sepuluh calon Anggota KPU Provinsi yang dihasilkan dari sebuah proses yang melanggar Peraturan Perundang-undangan,” tegasnya.

Baca juga: Timsel KPU Sulbar Dinilai Tidak Profesional

Masram menegaskan, KPU RI seharusnya membatalkan hasil Tim Seleksi KPU Provinsi Sulawesi Barat karena prosesnya dinilai cacat hukum. Pasalnya semua peserta tidak dilakukan Pemeriksaan Mata dan THT, sebagaimana yang disyaratkan dalam Keputusan KPU No. 35/PP.06-Kpt/05/KPU/II/2018 tentang petunjuk teknis Seleksi Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan KPU No. 252/PP.06-Kpt/05/KPU/III/2018.

Masram mengatakan, hal itu sangat penting, karena atas pelanggaran yang dilakukan oleh Timsel terhadap aturan tersebut, mengakibatkan tidak satupun peserta Seleksi Anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat yang memenuhi syarat, karena ada tahapan yang sangat penting yang dilewati, sehingga sangat keliru jika KPU RI tetap melanjutkan proses Seleksi KPU Provinsi Sulawesi Barat, karena mulai dari awal sudah tidak ada peserta yang memenuhi syarat,” katanya.

“Apabila KPU RI tetap bersikukuh untuk melanjutkan tahapan Seleksi ini, maka saya pastikan, bahwa saya akan menggugat atau mengadukan KPU RI ke DKPP dan Bawalu,” tutup Masram.

  • 244 Dibaca