Asri Anas; Pancasila akan Hambar Jika Warga Tinggalkan Identitasnya

Nasional

Editor Suaib Amin Prawono


Seputarsulawesi.com, Jakarta- Ketika bicara Pancasila, jangan takut bicara asal muasal, suku, adat-istiadat dan agama, karena Pancasila lahir, selain untuk mengkui keanekaragaman, juga sekaligus menjadi perekat bangsa dari berbagai latar belakang perbedaan tersebut.

Hal tersebut dikemukakan oleh Muhammad Asri Anas, Anggota DPD RI asal Sulbar, saat dimintai tanggapannya terkait hari lahir Pancasila, 1 Juni 2017.

Asri Anas mengatakan, warga Sulbar yang beragam tidak boleh malu dan ragu menyebut agama dan sukunya, sebab Pancasila akan hambar jika warga yang mendiami negara ini meninggalkan identitasnya.

"Di hari lahir Pancasila ini, penting saya sampaikan pada generasi muda kita, keluarga saya dan sahabat saya, bahwa saya suku Mandar, saya Indonesia, saya Pancasila," paparnya ke Seputarsulawesi.com, Kamis (1/6).

Lebih lanjut, mantan aktifis Reformasi 1998 ini mengatakan, Mandar adalah suku yang terbuka dan menjadi bagian dari penjaga ideologi bangsa (Pancasila).

Di Mandar, kata Asri Anas, warga tidak bisa hidup tanpa agama (keyakinan) dan tidak bisa maju tanpa percaya pada asas persatuan dan musyawarah.

Olehnya itu, Asri Anas tidak menyakini jika isu etnisitas ini akan memecah bangsa, justeru yang perlu dikawatirkan adalah kelompok- kelompok seperatis atau komunitas yang meneriakkan kemerdekaan

"Kalau hanya memunculkan identitas bangsa saya pikir tak masalah, yang masalah kalau teriak mau merdeka," katanya. (SAP)