Azikin Noer: Zaman Soeharto Jarang Orang Berani Jadi Ketua Ansor di Polmas

Sulbar

Editor Suaib Amin Prawono


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Acara buka puasa bersama yang dirangkaian dengan dialog kebangsaan, yang bertemakan “Cinta Tanah Air sebagian dari Iman” dilaksanakan di sekretariat GP Ansor Polewali Mandar di Jalan Pemuda Pekkabata, Sabtu (16/07). Acara ini, selain dihadiri salah satu Pimpinan Pusat GP Ansor, Masud Shaleh, juga dihadiri Ketua Dewan Pembina GP Ansor Kabupaten Polewali Mandar Azikin Noer.

Azikin Noer yang didaulat bercerita testimoni perjalanan Ansor di masa kepemimpinannya kala menjadi Ketua Ansor di Kabupaten Polewali Mamasa (Polmas). Ia menuturkan bahwa saat itu, jajaran senior Ansor di Polmas menunjuk lansung dirinya untuk memegang amanah menjadi ketua yang sangat jarang ada yang berani untuk mendudukinya.

“Saat itu rezim Soeharto, sangat jarang ada yang berani menjadi Ketua Ansor, para dewan senior yakni bapak Anwar Sewang dan bapak Salam Harianto menunjuk saya, dan mau tidak mau, sami’na watha’na, amanah itu harus kita terima, demi keberlangsungan perjuangan,” kenang Azikin.

Baca Berita sebelumnya: Mas’ud Shaleh: Cinta Tanah Air, Amanat Kiai Yang Wajib Dijaga

Lebih jauh Azikin mengurai, berbeda di zaman Ansor sekarang, yang banyak dihuni kalangan intelektual, pada masa itu bersama pengurus lainnya dia merekrut para preman terminal dan jawara-jawara kampung. Kondisi pada saat itu mengharuskan model kaderisasi dengan rezim yang berkuasa.

“Gerak gerik kita di organisasi akan selalu diawasi penguasa pada zaman itu, model kaderisasinya pun sedikit lebih menantang lagi ketimbang sekarang, “ kata Azikin.

Saat mengurai bagaimana tujuan Ansor didirikan oleh para Kiai NU, pria yang saat ini menjadi kordinator program dari salah satu kementrian ini tak kuasa menahan haru. Matanya berkaca-kaca. Hampir berlinang air mata. Ia bercerita betapa para Kiai memiliki niat yang tulus dan ikhlas untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini.

"Para pendiri Ansor bukanlah orang biasa, mereka adalah orang-orang yang tulus, ikhlas, dan rela mengorbankan jiwa, harta dan raganya demi menjaga kedaulatan bangsa dan negara, jadi wajib hukumnya kita untuk menjaga dan menjalankan amanah itu," tutup Azikin. (Arif)