Balitbang Agama Makassar: Layanan Kementerian Agama Masih Belum Maksimal

Sulsel

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


Seputarsulawesi.com, Makassar - Layanan keagamaan yang selama ini dijalankan Kementerian Agama pada masyarakat masih belum maksimal terutama layanan keagamaan kepada penganut agama minoritas.

Kesimpulan tersebut tersaji pada seminar hasil penelitian yang digelar Balitbang Agama Makassar yang mengambil tajuk "Pelayanan Kementerian Agama terhadap Kelompok Agama Minoritas" di hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (03/05/2017). Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Balitbang Agama yang dikoordinatori oleh Muh. Irfan Syuhudi di lima tempat yaitu Manado, Ternate, Pare-Pare, Jayapura dan Palu.

Keterbatasan itu karena beberapa sebab. Pertama, problem struktur di Kementerian Agama yang tidak "mengakomodir" kelompok agama minoritas. Ada beberapa kantor Kementerian Agama yang tidak menempatkan staf dari agama tertentu. Kedua, regulasi. Di lapangan ditemukan sejumlah regulasi yang bertentangan dengan realitas masyarakat.

Misalnya, PBM No. 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadah dan PMA No. 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama. "Perekrutan tenaga pendidik agama masih tumpang-tindih antara Dinas Pendidikan dan Kemenag. Harusnya perekrutan tenaga pendidik agama PNS ditangani oleh Kemenag, bukan pemda," papar Irfan Syuhudi.

Problem ketiga, krisis SDM, baik di struktur Kementerian maupun di tenaga kependidikan agama. Hal ini terlihat adanya rangkap tugas yang diemban oleh staf kemenag di daerah khususnya agama minoritas.

Meski tidak maksimal dan terdapat keterbatasan dalam memberi pelayanan keagamaan pada umat beragama khususnya pada kelompok agama minoritas, tetapi ada kreatifitas yang ditempuh oleh Kementerian Agama di daerah agar pelayanan bisa berjalan maksimal.

Menurut Saprillah Syahrir, Peneliti Balitbang Agama Makassar, bentuk kreativitas itu antara lain, pertama, directing service atau pelayanan langsung ke umat, seperti pengangkatan penyuluh agama atau pemberdayaan ekonomi umat.

Kedua, supporting service melalui bantuan operasional organisasi keagamaan dan sertifikasi guru agama. Ketiga, personal creativity dengan membangun komunikasi langsung dengan tokoh-tokoh agama bersangkutan.

Kegiatan seminar hasil penelitian ini merupakan tahap pertama yang digelar oleh Balitbang Agama Makassar untuk 2017. Untuk tahap pertama ini ada enam topik hasil penelitan yang diseminarkan. (Barak)