Calabai Perempuan dalam Tubuh Laki-laki

Sastra

Editor Badauni AP


Seputarsulawesi.com, Makassar - Saidi tak pernah berharap takdir menggiringnya ke “kawasan antara”. Ia lahir berkelamin lelaki, tetapi tabiatnya sangat perempuan.

Calabai, begitu orang-orang menyebutnya. Ayahnya, Puang Baso, marah dan menolak anak lelakinya menjadi “perempuan”. Tak ingin menggoreskan luka lebih dalam di hati orangtuanya, Saidi memilih pergi.

Pertemuan dengan seorang lelaki sepuh bersurban putih di dalam mimpinya telah membakar gairahnya untuk bertualang ke Segeri, negeri para bissu, yaitu pemuka adat berkelamin lelaki tetapi menyerupai perempuan dan pemuka adat berkelamin perempuan tetapi menyerupai lelaki. Di sana ia menekuri ilmu-ilmu warisan leluhur. Di sana pula ia menemukan jati dirinya: menjadi Bissu.

Calabai adalah sebuah novel tentang jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh lelaki—tubuh yang pemiliknya sendiri kerap gagap memahaminya. Calabai mengulik sisik-melik kehidupan bissu, ahli waris adat dan tradisi luhur Suku Bugis, yang dipercaya menjadi penghubung antara alam manusia dan alam dewata.