Kader DDI Harus Menjawab Ketimpangan Sosial, Karena Titipan Ulama

18 Jun 2017, 13:54:37 WIB || Editor:IQ Arsyad Sulsel

Kader DDI Harus Menjawab Ketimpangan Sosial, Karena Titipan Ulama Dewan Pembina IMDI Kota Makassar, Saiful Jihad

Seputarsulawesi.com, Makassar- Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah Wal-Irsyad (IMDI ) komisariat UIN Alauddin Makassar helat bincang-bincang Ramadan di Kantor PB DDI, Jalan Nuri No.90, Sabtu, (17/6) kemarin.

Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah silaturahmi kader IMDI dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang mengangkat tema urgensi pembinaan kader muda IMDI dalam membangun bangsa dan agama.  

Dalam disikusi itu, hadiri Wakil Ketua PB DDI Gurutta K.H.Alwi Nawawi, Saiful Jihad ( Dewan Pembina IMDI Makassar), Ridwan Idris (Pembina IMDI Kom.UIN dan dosen UIN), Gurutta H.Kasim Rajab (Pengurus Daerah DDI Kota Makassar, PC IMDI Kota Makassar, PC IMDI Kom UIN AM, Beserta Kader IMDI se-Kota Makassar.

Saiful Jihad mengatakan kita sebagai warga DDI baik yang melalui pendidikan formal DDI ataupun melalu non-formal mesti bersama-sama bisa menjaga dan membesarkan DDI, kenapa karna DDI itu adalah titipan ulama. Untuk menjawab ketimpangan-ketimpangan sosial IMDI lah yang mesti menjawabnya apa lagi dalam wilayah aqidah dan sosial kemasyaratan, terlebih ketika kita menanamkan nilai-nilai DDI yaitu triologi DDI yaitu pendidikan, da’wah dan usaha sosial.

"Berbicara urgensi pembinaan kader muda, kader semestinya di beri ruang untuk berkreasi dan kritik untuk menyalurkan ekspresi kader sebagai mahasiswa sebagai pemikir DDI. IMDI musti lebih massif lagi, memperbanyak lagi pelatihan-pelatihan salah satunya pelatihan jurnalistik," ungkap Saiful Jihad

Sementara Ridwan Idris mengatakan dalam menangkal gerakan-gerakan radikalisme DDI mesti turun tangan membendung gerakan-gerakan tersebut dengan memperkuat banom-banom DDI.

"Anregurutta Ambo Dalle telah banyak mengajarkan kita tentang pluralisme salah satu contohnya di Pesantren Kaballangan yang berhadapan dengan gereja, warga pesantren dan jamaah gereja bisa hidup rukun tanpa adanya konflik sedikitpun. Malahan gurutta seringkali mengajak pendeta gereja tersebut untuk hadir bersama gurutta." Papar dosen UIN Alauddin makassar

Ketua Cabang IMDI Kota Makassar, Suardi Hudin mengatakan kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang rutin kami laksanakan, khususnya di cabang Kota Makassar dan komisariat UIN yang selalu massif melaksanakan kegiatan-kegitan yang memperkuat idiologi kader.

(Bal)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook