Kakanwil Kemenag Sulsel Terima Penghargaan Nasional dari Menag RI

Sulsel

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Abd. Wahid Thahir dalam acara peningkatan kualitas Sekolah Madrasah di Makassar

Seputarsulawesi.com, Jakarta - Kanwil Kementerian Agama Sulsel menjadi salah satu dari tiga propinsi terbaik yang berhak penerima penghargaan dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (07/07/2017).

Penghargaan tersebut terkait Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dalam kategori Penetapan Status Penggunaan (PSP) yang turut menjadi salah satu penyumbang dari Opini WTP dari BPK RI baru baru ini.

Penghargaan tersebut diterima langsung Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Abd. Wahid Thahir di acara Rapat Koordinasi Pimpinan Utama Satker dan Duta Akrual Kemenag se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekertaris Jenderal Kemenag RI di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa pencapaian opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian Agama Tahun 2016, harus benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan publik yang mudah, murah, cepat, transparan, serta bebas dari korupsi.

"Kita harus mampu menerjemahkan ini dalam ruang dan iklim kerja masing-masing, sehingga cita-cita, harapan, dan idealisme kita sebagai abdi negara, benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat sebanyak-banyaknya dengan tingkat kepercayaan publik yang semakin meningkat," kata Menag saat membuka Acara Tersebut.

Menurut Menag, pengelolaan keuangan dan BMN di Kementerian Agama tergolong cukup kompleks dan rumit, mengingat jumlah Satker yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara, dengan kondisi dan karakteristik yang berbeda-beda.

"Tentunya, Opini WTP ini berdampak positif bagi Kemenag. Tapi ini bukan tujuan akhir dari seluruh proses pengelolaan," ujar Menag Dalam Rakor yang mengangkat tema, Jaga LKKA Beropini WTP tersebut, hadir seluruh pimpinan Kemenag, Duta Akrual, dan Operator SIMAK BMN.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyinggung beberapa faktor tentang rumitnya proses laporan keuangan, mulai koordinasi, sinkronisasi, sistematis pengelolaan dan lain sebagainya.

Selain itu, dilihat dari latar belakang SDM pengelola keuangan dan BMN yang sebagian besar tidak berlatar belakang keuangan memadai dan bahkan banyak yang honorer, ditambah Satker kita yang ribuan.

"Banyak pihak yang terkejut, Kemenag mampu mendapatkan opini WTP, Tapi Kita Sudah Buktikan bahwa Kita Mampu untuk itu," ucap Menag disambut tepuk tangah para hadirin. (Win)