Majene Kota Pendidikan? ABM: Saya Siap Pasang Badan

Citizen Report

Editor Suaib Amin Prawono


Seputarsulawesi.com, Majene- Sebelum wacana pembentukan Provinsi Sulbar jauh didengungkan, sejak awal Kabupaten Majene dijuluki sebagai Kota Pendidikan di empat Kabupaten yang ada di jazirah Mandar. Ada mata rantai historis, julukan ini muncul lantaran banyaknya sekolah-sekolah dan siswa-siswa berprestasi yang lahir dan menempa pendidikan di Kota tua Mandar lama ini.

Tak salah, dengan keunggulan yang dimilikinya itu, para eksponen pejuang pembentukan Sulbar memilih Majene sebagai daerah yang akan dipusatkan menjadi sentra pendidikan jika kelak Sulbar terbentuk. Dan faktanya hari ini, pasca Sulbar terbentuk, Kabupaten Majene benar-benar dipilih untuk ditempati dua perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang sementara menapaki diri untuk dijadikan Universitas Negeri laiknya UIN Alauddin Makassar yang fokusnya dibidang pengkajian keagamaan.

Ali Baal Masdar (ABM) sebagai tokoh dari sekian tokoh eksponen pembentukan Sulbar tak bisa dinapikan perannya begitu saja untuk menjadikan Majene sebagai Kota Pendidikan.
Tak ada yang menyangsikan, meskipun sebagai Bupati Polman dirinya dengan gigih berjuang bersama pejuang-pejuang lain untuk mempercepat pembentukan Provinsi Sulbar, dan salah satu rekomendasinya Kabupaten Majene dijadikan sebagai Pusat pendidikan di Sulbar.


Dalam pertemuan ABM dengan sejumlah awak media siang ini, selasa (08/11) di Kelurahan Pangali Ali Majene, calon Gubernur yang lagi viral di media sosial dengan simbol “Salam Tiga Jari” ini menceritakan sejumlah indikator dan harapan-harapannya untuk Majene sebagai Kota Pendidikan di Sulbar.

“Majene sejak dulu dikenal sebagai gudangnya tokoh pendidik, banyak tokoh berpengaruh lahir dari kota ini, bukan hanya untuk skala Sulbar melainkan Indonesia, sebut saja Prof Dr. Basri Hasanuddin, almarhum Prof Makmun Hasanuddin, Baharuddin Lopa pun meski kelahiran Pambusuang tapi pernah menjadi Bupati disini (Majene-red) saat masih berstatus afdeling, sekolah pun demikian, siapa yang tak kenal SMU 1 Majene sebagai sekolah unggulan", ujar ABM memulai pembicaraan saat awak media mulai menanyakan harapan-harapannya untuk Majene kelak.


ABM yang populer dengan simbol “Salam Tiga Jari” ini lebih jauh mengemukakan, bahwa mimpi untuk mensejajarkan Majene dengan kota-kota pendidikan lainnya di Indonesia seperti Jogja dan Malang bukan hal mustahil untuk diwujudkan.
“Kenapa tidak? Kan sejumlah orang-orang cerdas yang ada disana (jogja-red) kan banyak juga orang Sulbar, Cak Nun aja budayawan Indonesia dulunya belajar di Mandar, untuk sementara mungkin kita akan kalah fasilitas dengan kota-kota seperti Malang dan Jogja, tapi untuk kualitas SDM saya kira tidak jauh bedalah dengan mereka", tambah ABM.

Menurutnya, siapapun nantinya terpilih menjadi Gubernur Sulbar, ia harus menjadi fasilitator dan membuka akses ke pusat demi mewujudkan visi Majene sebagai kota Pendidikan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh setengah-setengah akan hal ini.

"Siapa pun nanti yang diamanahi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, harus secepatnya melakukan terobosan, mengumpulkan orang-orang cerdasnya, baik yang berkiprah diluar maupun yang masih setia berkarir di Sulbar. Baik yang berada pada tataran elit, maupun yang saat ini melakukan kerja-kerja di masyarakat, baik yang formal maupun non formal, tak terkecuali para tokoh-tokoh mudanya," jelas ABM.


Lebih lanjut, Mantan Bupati Polewali Mandar ini mengatakan, terobosan Gubernur Sulbar wajib untuk diapresiasi, meskipun belum sepenuhnya maksimal karena terbentur sejumlah kendala, tinggal bagaimana untuk merealisasikannya, sedikit demi sedikit dan bertahap.

"Di internal tim kami pun juga sudah menyiapkan desainnya untuk memuwudkan mimpi bersama itu dan saya siap pasang badan untuk hal ini," tegasnya.

Laporan TIM Media Center ABM