Masigi’ Masigi’ Toayya (Mesjid Mesjid Tua)

28 Jun 2016, 00:47:55 WIB || Editor:sesi.comKolom

Masigi’ Masigi’ Toayya (Mesjid Mesjid Tua) 

Oleh : Fadhil Nugraha

(Pelancong dan Pecinta Seni Lokal Sulsel)


Iseng iseng buka buka foto di laptop, saya baru sadar ternyata kurun waktu 1 tahun ini 2015 sampe 2016 awal, tiga perjalanan saya keliling Sulawesi Selatan ternyata secara kebetulan dan tanpa saya rencanakan selalu di arahkan untuk mengunjungi Mesjid-Mesjid Tua di daerah atau kabupaten yang kebetulan saya kunjungi.

Dipenghujung tahun 2014 saya diundang oleh seorang kawan di Palopo untuk menghadiri Launching Novel Karya Pepi “JEJAK”, Workshop Menulis, dan Memberikan sedikit Coaching Perkusi Sampah ke adik adik Siswa SMK Negeri 1 Palopo.


Setelah rangkaian acara selesai saya merasa sangat antusias sekali untuk melihat Mesjid Jami Kota Palopo (Mesjid Tua Palopo), mumpung di palopo saya harus datang melihat Mesjid Tertua di Palopo ini, akhirnya Mobil yang saya tumpangi langsung mengarah ke Mesjid Tua Palopo tepat di jantung Kota Palopo.

Luar Biasa, senang sekali hati saya pertama kali menginjakkan kaki di lantai masjid yang menjadi salah satu tonggak sejarah masuknya islam di daerah Luwu. Kebetulan masuk waktu Dhuhur saya ikut sholat, di sudut mesjid duduk laki-laki Tua dengan jenggot panjang putih langsung saya berkenalan, ternyata betul dugaan saya dia penjaga mesjidnya, seru sekali perbincangan dengan beliau, sampai-sampai saya lupa menanyakan siapa namanya.

Mesjid ini 80 persen masih original, kontruksinya pun cukup mengagumkan, tiang tengahnya di sanggah oleh sebatang kayu, kayu ini juga erat kaitannya dengan penamaan kota Palopo. Yang membuat saya terkejut, di dinding mesjid bagian dalam tertera nama Arsitekturnya, tahukah kau siapa dia ”Fuu Man Tee”..yah dia orang China.

Masjid tertua di Palopo ini merupakan masjid peninggalan kerajaan Luwu. Masjid ini didirikan oleh Raja Luwu bernama Datu Payung Luwu pada abad ke 16 atau yang dikenal Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604 Masehi (Wikipedia, diakses pada 28/6/2016).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook