Masyarakat Sinjai Ancam Sweeping Orang Bima, Jika Kapolrestabes Tak Tuntaskan Kasus Annisa

Sulsel

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


Seputarsulawesi.com, Makassar- Aliansi solidaritas masyarakat Sinjai aksi di Polrestabes Kota Makassar, Kamis (14/7). Aksi ini terkait pembunuhan warga Sinjai bernama Annisa. Demonstran meminta Kapolretabes Kota Makassar menklarifikasi peryatataannya dalam situs resmi Polrestabes Kota Makassar yang mengatakan pembunuhan Annisa asal Kecamatan Sinjai Borong adalah refleks, tanpa unsur kesengajaan.

"Pernyataan itu tentu mengecewakan masyarakat Sinjai, karena jelas bahwa di lokasi terdapat empat orang, yakni Annisa selaku korban, pelaku pembunuhan dan dua orang teman pelaku yang berjaga di depan pintu kamar kos korban," kata Jefri salah satu pendemo.   

Jefri menambahkan ini jelas pembunuhan berencana, karena korban ditikam sebanyak tiga kali. Apa lagi terdapat dua orang teman pelaku yang berjaga di pintu kos korban.

Pelaku pembunuhan yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat ini sudah diamankan polisi dan dua teman lainnya dinyatakan hanya sebagai saksi. Dengan tuntutan tindakan kriminal yang murni refleks dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Pengunjuk rasa asal Sinjai tak terima atas sanksi yang diberikan yang dinilai sangat ringan dan menuntut kapoltrestabes untuk menegakkan  pasal 340 KUHP kepada semua tersangka.

Anggota Polrestabes Makassar, Abdul Aziz menjelaskan pada pengunjuk rasa bahwa, "Pembunuhan refleks tersebut adalah dugaan sementara, polisi akan terus mengusut tuntas kasus ini sampai selesai." Tegasnya.

Solidaritas masyarakat sinjai mengatakan akan  melakukan penyisiran kepada semua orang Bima yang ada di Makassar, jika Kapolrestabes tidak mengindahkan tuntutan masyarakat Sinjai tersebut.

(Bal/Mha')