Menelusuri Arsitektur Kota Lama Makassar

Sulsel

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


gambar : fotomakassar.blogspot.com

Seputarsulawesi.com, Makassar- Hampir semua kota besar di Indonesia memiliki kota Lama yang ditandai dengan peninggalan bangunan bersejarah. Kota lama di Indonesia tak lepas dari corak arsitektur Belanda yang cukup lama menjajah dan menguasai kota-kota di Indonesia.Tak terkecuali Kota Makassar. 

Dalam tulisan Muhammad Iqbal Arsyad yang berjudul “Perubahan Arsitektur Kota Makassar dari Periode Kolonial, Orde Baru, hingga reformasi” (Desantara, Jakarta, 2012).  Dalam penataan kota pada masa Kolonial, arsitektur bukan hanya menjadi perencanaan dalam pembangunan sebuah bangunan, tapi berurusan langsung dengan politik. Dengan kata lain, kota-kota pada masa kolonial tumbuh untuk memenuhi kebutuhan kolonialisme.

Dikuasainya Benteng Somba Opu oleh Belanda di bawah komando admiral Speelman pada Juni 1669, pusat pemerintahan berpindah ke Benteng Ujung Pandang yang kemudian Speelman pada 1673 mengubah namanya menjadi  Fort Rotterdam diambil dari nama kota kelahiran Speelman di Belanda.

Dipilihnya Benteng Ujung Pandang sebagai pusat pemerintahan di banding Benteng Somba Opu karena keadaan alam dan letaknya strategis sehingga sangat cocok untuk pelabuhan. Pemukiman kolonialpun mulanya di dalam benteng, hal ini bertujuan untuk melindungi pemukiman kolonial dari gangguan penduduk pribumi.  

Perubahan besar-besarpun terjadi di Benteng Ujung Pandang. Benteng yang mulanya diisi bangunan yang berupa rumah panggung tradisional khas Makassar diubah Speelman menjadi bangunan yang berciri arsitektur gothic dengan ciri terdapat menara, atap bangunan menyerupai membrane, terdapat seni kaca di dinding  bangunan serta adanya rose window tempat cahaya masuk.

Arsitektur Benteng Rotterdam sendiri tak lepas dari pengaruh budaya Eropa pada jaman pertengahan abad ke IV-XVII, bentuknya segi empat tidak sama sisi, lebih mirip dengan trapesium. Sisi terpanjang pada sisi barat, di setiap sudut terdapat bastion. Bastion adalah struktur benteng yang diproyeksikan keluar dari konstruksi utama benteng, biasanya berada di sudut benteng yang berfungsi sebagai tempat perlawanan aktif jika terjadi serangan terhadap benteng. 

Bastion dirancang untuk manjangkau penuh lawan yang mendekat ke benteng. Di tengah depan atau barat dan belakang, terdapat masing-masing sebuah bastion. Kalau dilihat dari atas Benteng Rotterdam mirip kura-kura yang dikelilingi parit. 

 

(Bal)