PB DDI : Full Day School, Lebih Banyak Mudharatnya

Sulsel

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


Seputarsulawesi.com, Makassar- Wakil Ketua Pengurus Besar Darud Da’wah wal-Irsyad (PB-DDI) Gurutta  KH.Alwi Nawawi menyatakan Full Day School mudharatnya lebih banyak dibanding manfaatnya. Hal ini dikatakan saat menghadiri  acara bincang-bincang Ramadan dan buka puasa bersama Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah Wal-Irsyad ( IMDI ) Komisariat UIN Alauddin Makassar di Kantor PB DDI, jalan Nuri No. 90, Sabtu (17/6) kemarin.

"Full day school yang dicanangkan Kemendikbud sebuah tawaran wajar-wajar saja, cuma kalau ditakar dengan realitas pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini, itu akan merombak sistem belajar di institusi pendidikan swasta utamanya pesantren." jelasnya.

"Katakan saja Madrasah Diniah Ta’miliah yang belajar sore sebagai pendidikan suplemen bisa saja dimatikan, ketika lembaga ini tersingkir, banyak generasi yang tidak menikmati pelajaran agama lagi secara intensif setiap hari." Tambahnya.

Kedua, menurutnya, situasi belajar menjadi 8 jam itu memberi muatan yang cukup padat sehingga bisa menimbulkan berbagai dampak bagi peserta didik.

"Saya tidak mengetahui pasti alasan Kemendikbud mengeluarkan aturan seperti itu, tapi alasanya untuk memberi ruang pendidikan karakter untuk menjadi lebih baik bisa saja terbalik. Bisa saja ini ada egoisme golongan atau kelompok atau ada isme-isme yang lain yang terkandung di dalamnya yang akan dimunculkan dikemudian hari," ungkap Wakil Ketua PB DDI K.H.Alwi Nawawi.

Kegiatan Bincang-bincang ini dihadiri KH Alwi Nawawi (Wakil Ketua PB DDI), Saiful Jihad(Pengurus PB DDI), Ridwan Idris (Pembina IMDI Kom. UIN/Akademisi) dan Qasim Rajab(Ketua PD DDI Makassar) dan puluhan kader IMDI Komisariat UIN Alauddin.

(Bal)