Pilkada Mamasa dan Polman Terancam Tertunda. Ini Kata Ketua KPU Sulbar

Sulbar

Editor Suaib Amin Prawono


Seputarsulawesi.com, Mamuju- Tahapan Pemilukada yang rencananya akan dilaksanakan di dua Kabupaten, yaitu Mamasa dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) 2018 mendatang terancam tertunda. Pasalnya, anggaran dana pengawasan Pemilukada di dua daerah tersebut, belum mendapat respon dari pemerintah. 

"Kalau ini terus berlarut-larut, tanpa direspon, kami bisa saja mengusulkan rekomendasi pembatalan Pilkada di Polman dan Mamasa," tegas Ketua Bawaslu Sulbar, Busrang Riandhy, Minggu (7/5) sebagaimana yang dilansir via Infosulbar.com, Selasa (13/14).

Busrang menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan anggaran sebanyak Rp. 9,3 Milliar di dua Kabupaten tersebut. Namun sampai hari ini belum mendapat respon dari Pemda setempat. 

Sementara itu, Ketua KPU Sulawesi Barat, Usman Suhuria mengaku optimis Pemilukada di dua Kabupaten tersebut akan tetap berjalan, karena KPU sendiri belum menetapkan tahapan Pilkada di dua wilayah itu. 

"Pilbub belum secara resmi masuk dalam tahapan. Kami belum menebitkan PKPU tentang tahapan Pilkada," katanya ke Seputarsulawesi.com, Selasa (13/6).

Adapun pernyataan yang mengatakan bahwa pemilukada serentak di Polman dan Mamasa terancam tertunda hanya karena ketidakjelasan anggaran. Menurut Usman adalah sesuatu yang naif. Kalaupun akhirnya ada masukan untuk melakukan penundaan, maka hal itu perlu untuk dilakukan pengkajian, karena pelaksanaan Pilkada jauh lebih penting ketimbang soal anggaran.

"Tentunya Pemilukada serentak di Sulbar tahun 2018 mendatang kita harapkan berjalan sukses. Kalaupun akhirnya ada masukan penundaan, maka perlu dilakukan kajian karena melaksanakan Pilkada ini kepentingannya lebih besar dari sekedar soal anggaran," jelasnya. (SAP)