Polres Gowa Dinilai Tidak Objektif Tetapkan Tersangka Bentrok Antarjurusan di UIN

Sulsel

Editor Suaib Amin Prawono


Seputarsulawesi.com, Gowa - Kepolsian Resort (Polres) Kabupaten Gowa, dinilai tidak objektif dengan penanganan kasus bentrok antarjurusan di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, yang hanya menetapkan tersangka dari jurusan Teknik Arsitektur.

"Kami dari Jurusan Teknik Arsitektur sudah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian Gowa. Persoalannya, ini merupakan konflik antarkelompok dan yang korban antarkedua belah pihak," kata Ikrama mahasiswa Jurusan Teknik UIN Makassar. Sabtu, 22 Juli 2017.

Ikrama juga menilai, pihak polisi tidak menindaklajuti laporannya sebagai korban dalam insiden tersebut.

"Kami menuntut keadilan, laporan kami selaku korban belum ada yang dijadikan tersangka, padahal kelengkapan berkas sudah terpenuhi, kami menduga Kapolres tidak objektif melihat persoalan ini," ujar Ikrama.

Sementara, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Gowa, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Surahman mengatakan, dalam kasus bentrok tersebut, penyidik menangani dua laporan kasus, satu berkas sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan dan satu masih tahap penyidikan. 

"Itu haknya mereka, yang jelas kami bekerja profesional, artinya kasus itu tidak jalan di tempat dan mungkin dalam waktu dekat sudah ada yang akan dipanggil sebagai tersangka untuk kasus yang satunya lagi," kata Surahman kepada seputarsulawesi.com.

Sebelumnya bentrok mahasiswa yang terjadi Senin, 15 Mei 2017 lalu, di Kampus II UIN Alauddin Makassar Samata, Kabupaten Gowa melibatkan antara Jurusan Teknik Arsitektur dan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). 

Penulis: Fathullah Syahrul

Editor : Badauni