Ramadan dan Nuzul Al- Qur'an

Opini

Editor Suaib Amin Prawono


 OLeh: Santa Lebang

(Pengurus KKMSB Kota Makassar)

Ramadan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat muslim di seantero penjuru dunia. Betapa tidak,Ramadan merupakan satu-satunya bulan yang istimewa dalam sejarah. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185 artinya:

"Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya di turunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Karena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah".

Ayat tersebut secara eksplisit  menegaskan bahwa hendaklah di bulan ramadan orang-orang muslim melaksanakan ibadah puasa. Bahkan dalam ayat 183 Allah SWT mewajibkan kepada ummat islam untuk melaksanakan ibadah puasa disiang hari, dan hal ini hanya dikhususkan dalam bulan suci ramadhan.

Nuzul Al- Qur'an

Mengutip pendapat Prof.Dr. Mardan, M.Ag dalam bukunya Al-Qur'an sebuah pengantar, Prof. Mardan menjelaskan bahwa Nuzul Al-Qur'an berasal dari kata Nuzul  dan kata Al-Qur'an. Kata Nuzul adalah bentuk masdhar (verbal-noun) dari bahasa Arab dengan akar kata nazala- yanzilu- nuzulan berarti turun, atau berpindah tempat, atau menempati sesuatu.

Sedang kata Al-Qur'an berarti kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril untuk menjadi peringatan, petunjuk, tuntunan, dan hukum demi keselamatan hidup umat manusia di dunia dan akhirat. Dengan demikian, Nuzul Al-Qur'an berarti turun atau perpindahan tempat Al-Qur'an dari Allah ke Jibril, dan dari Jibril ke dalam hati Muhammad SAW, serta dari hati Muhammad SAW ke hati para sahabatnya, hingga ke umatnya secara umum. (2010:34).

Jika kita simak penjelasan diatas, bahwa peristiwa Nuzul Qur'an telah membumi, dalam artian bahwa Al-Qur'an telah diperuntukkan bagi pengikut Nabi Muhammad SAW dimuka bumi ini untuk dijadikan petunjuk dalam mengisi aktivitas sehari-hari kita di dunia ini, atau dengan kata lain bahwa nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya pada bulan ramadhan ini, mampu terinternalisasi dalam diri kita, dengan cara banyak membacanya, dan mempelajarinya

Olehnya itu, di bulan suci Ramadan ini, kita patut merenungkan, membaca, dan memahami kandungan Al-Qur' an, lalu kemudian kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari kita, pada khususnya untuk mengisi amalan-amalan ibadah puasa kita di bulan suci Ramdan 1438 Hijriah. Wallahu A'lam Bisswwab.