Status Mamuju Sebagai Kotamadya Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

18 Jun 2017, 19:03:37 WIB || Editor:sesi.comSulbar

Status Mamuju Sebagai Kotamadya Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat Habsi Wahid saat menyampaikan sambutan di acara buka puasa bersama Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Mamuju di Makassar, (17/6/2017)

Seputarsulawesi.com, Makassar- Kesiapan Kabupaten Mamuju untuk berubah satus menjadi Kotamadya saat ini sudah sangat siap, tinggal menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Hal tersebut dikemukakan Bupati Mamuju, Habsi Wahid saat ditemui usai acara buka puasa bersama tokoh masyarakat dan Mahasiswa Mamuju di Kota Makassar, Sabtu kemarin (17/6).

Habsi mengatakan, dari sisi persyaratan berdasarkan undang-undang Nomor 32 tentang pemerintahan daerah juga sudah terpenuhi dengan baik, termasuk dukungan politik dari Bupati dan Gubernur serta rekomendasi dari Ketua DPRD Kabupaten dan Provinsi. "Persiapannya sudah matang, sisa kebijakan pusat. Apakah secepatnya akan dibentuk satu otomi daerah yang baru melalui kota itu atau bagaimana," jelasnya.

Habsi menambahkan, saat ini pihaknya sedang membenahi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Mamuju. Pembangunan SDM di Wilayah tersebut, menurutnya adalah sesuatu hal yang sangat prioritas. Karena pembangunan fisik yang tidak sejalan dengan kemajuan sumber daya manusia tidak akan memberi arti apa-apa bagi sebuah daerah.

Olehnya itu, ia pun berharap rencana tersebut mendaat dukungan dari semua pihak, tak terkecuali warga Mamuju yang berdomisili di Kota Makassar. Mereka diharapkan bisa ikut serta memikirkan ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat itu.

"Mamuju sedang berbenah terkait perkembangan SDM ini. Membangun SDM menjadi sesuatu yang sangat perioritas di kepemimpinan kami bersama Irwan Pababari. Percepatan pembangunan harus dimulai dari SDM. Persiapan itu diharapkan mendapat didukungan dari semua pihak, tak terkecuali warga Mamuju yang ada di daerah rantau," terangnya.

Selain itu, saat ditanya terkait isu pemindahan ibu Kota Indonesai ke Kabupaten Mamuju. Habsi Wahid mengatakan, wacana yang lontarkan oleh Jusuf Kalla itu tak lepas dari pengalaman beliau saat melakukan kunjungan ke negara-negara luar. Bahwa salah satu strategi untuk menempatkan ibu kota harus di lihat dari tengah-tegahnya sebuah wilayah.

"JK hanya memberikan contoh, dan kebetulan saja Mamuju yang disebut. Meski demikian, secara georafis kondisi Mamuju masih perlu dipikirkan. Tapi kalau ini menjadi kemutlakan, saya kira ini menjadi tanggungjawab pemerintah pusat," katanya lagi. (SAP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook