Usai Bongkar Batu Bara di Pangkep, Dua Kapal Ini Terdampar di Mamuju

Sulbar

Editor Muhammad Iqbal Arsyad


Dua buah kapal tunda (Tugboat) jenis TB Robbi 76 dan TB Bloro 02, terdampar di perairan pantai Tapangkang, Desa Labuang Rano, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Seputarsulawesi.com, Mamuju - Dua buah kapal tunda (Tugboat) jenis TB Robbi 76 dan TB Bloro 02, terdampar di perairan pantai Tapangkang,  Desa Labuang Rano, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Karena kehabisan bahan bakar.

Kapten kapal TB Bloro, Muhajir Doni, menjelaskan dua kapal tujuan Samarinda,  Kalimantan Timur tersebut, awalnya membongkar muatan batu bara di pelabuhan Biringkassi, PT Semen Tonasa Pangkep.

"Kapal kami memuat batu bara dari Samarinda menuju Pangkep, setelah sampai di Pangkep muatan dibongkar dan kami kembali berangkat menuju Kalimantan Timur," kata Muhajir, kepada seputarsulawesi.com, Kamis, 20 Juli 2017.

Muhajir menambahkan dalam perjalanan di perairan tanjung Ngalo Tapalang Barat, bahan bakar kedua kapal tersebut berkurang.

"Sambil menunggu armada perusahaan membawa bahan bakar, kami menepi dan berlabu, pada pukul 05.00 WITA, hari Rabu kemarin, "ujar Muhajir.

Lanjut Muhajir mengatakan, lalu pada siang harinya, cuaca buruk disertai angin kencang terjadi, hingga membuat tali jangkar pada kapal terputus.

"Tali jangkar putus, tepatnya pukul 13.00 WITA, dan kapal sudah terdampar ke pantai," ujar Muhajir.

Menurut Muhajir, jika usai air pasang, kapal yang berkapsitas 7500 ton tersebut, akan ditarik dari pinggir pantai dan akan melanjutkan perjalanan tujuan Samarinda.

Awak kapal TB Bloro 02 yang dinahkodai 10 ABK dan TB Robbi memiliki 9 ABK yaitu, Muhajir Doni (Nahkoda), Narding (Muallim I), Senor Noor Bibie (KKM), Marsan (Masmis II), M Nur Maskur (Oiler), Ilham (Juru Mudi) M Pajrin (Juru Mudi), Jusriadi (Juru Mudi),  Erwin (Oiler), dan 9 ABK ini berasal dari Flores, Bulukumba, Jeneponto, dan Makassar.

Sementara itu, terdamparnya kapal tersebut menjadi tontonan masyarakat sekitaran pantai di Desa Labuang Rano.

"Kami turut prihatin atas terdamparnya kapal ini, sekaligus menjadi berkah bagi kami sebab kami sudah bisa melihat dan menaiki langsung  kapal besar ini, selain itu kami bisa memancing ikan di atas kapal tersebut," kata Rahim warga Turadu, Desa Labuang Rano.

Penulis: Ancha Tomajarra Pasa'bu