Vermikompos untuk kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Lingkungan

03 Jul 2016, 01:30:36 WIB || Editor:sesi.comKolom

Vermikompos untuk kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Lingkungan  

Oleh: Andi Suaib
(Penggiat Pertanian Alami)

Seputarsulawesi.com, Makassar- Cacing tanah merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang, bahasa ilmiahnya invertebrata dan masuk dalam kategori oligochaeta.

Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Salah satu yang dijadikan bahan Kascing adalah cacing tanah. Kascing merupakan singkatan dari Bekas Cacing. Kascing merupakan pupuk organik yang berupa kotoran cacing yang dikeringkan. Seperti diketahui cacing berperan penting dalam
menyuburkan tanah dimana kascing mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur makro dan mikro yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.

Selain bermanfaat dalam dunia pertanian, cacing juga dijadikan sebagai bahan baku obat-obatan, Kosmetik sepertik lipstik
dan pelembat kulit, bahan pakan ternak untuk unggas, ikan dan udang karena cacing banyak mengandung protein, lemak dan mineral tinggi.

Dalam tulisan sebelumnya "Siapa Sangka Cacing Bisa Membuat Bahagia dan Tersenyum" dijelaskan cacing bisa digunakan penggangti kompos dari tahi sapi, dengan cara Vermikompos. Bahan untuk pembuatan vermikompos berasal dari bahan organik seperti jerami padi, kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, kuda dan isi rumen), sampah pasar dan limbah rumah tangga.

Sebelum digunakan sebagai media atau pakan cacing tanah bahan organik tersebut di fermentasi terlebih dahulu selama tiga minggu. Setelah bahan media difermentasi dan kondisinya telah sesuai dengan persyaratan hidup bagi cacing tanah maka cacing tanah dapat mulai dibudidayakan.

Baca : Siapa Sangka Cacing Bisa Membuat Bahagia dan Tersenyum 

Jenis cacing tanah yang dapat digunakan adalah Lumbricus rubellus.Budidaya dilakukan selama 40 hari, setelah itu dapat  dilakukan panen cacing tanah. Vermikompos dan kokon (telur). Vermikompos yang dihasilkan dan usaha budidaya cacing tanah mencapai sekitar 70% dari bahan media atau pakan yang diberikan. Misalnya jumlah media atau pakan yang diberikan selama 40 hari budidaya sebanyak 100 kg maka vermikompos yang dihasilkan sebanyak 70 kg.

Sedangkan kualitas vermikompos tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah dan umur vermikompos. Dalam hal budidaya proses verkikompos beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut;

1. Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.
2. Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
3. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.
4. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.
5. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15 sapai 25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.
6. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Adapun penggunanan vermikompos sebagai pupuk organik tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, padi dan palawija. Dalam banyak percobaan penggunaan vermikompos pada tomat, kentang, bawang putih, melon dan bunga menunjukkan hasil yang nyata, baik terhadap pertumbuhan maupun produksi tanaman. Pengaplikasiannya 1 kg vermikompos dicampur dengan 3 kg apabila digunakan untuk tanaman di dalam pot. 6-10 kg vermikompos watts setiap 10 m2 Iuas lahan atau 6-10 ton/ha lahan sawah.

Takaran penggunaan ini sangat bergantung pada jenis tanaman dan tingkat kesuburan tanah yang akan dipupuk. Vermikompos Salah satu dari banyak metode sebagai input bagi tanaman selain pupuk kompos dari tahi sapi maka peluang mengurangi ketergantungan atas pupuk kimia sintetis semakin besar. Pilihannya kembali kepada para petani sebagai pengguna namun ada baiknya mencoba mengapliksikan disarankan untuk penggunaannya tidak dilakukan dengan input bahan-bahan kimia sintetis yang banyak berdedar dipasaran.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook