,         
Senin, 26 Maret 2012 - 22:27:20 WIB

Pemprov se-Sulawesi Bahas Penanggulangan Kemiskinan

Kategori : Sulawesi Selatan

SESI.COM- Pemerintah Provinsi se-Sulawesi akan melakukan pertemuan untuk membahas program penanggulangan kemiskinan 2013, termasuk dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Rencana pertemuan yang akan digelar pada akhir Maret 2012 itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Suwandi Mahendra di Makassar, Senin.

Dari pertemuan tersebut diharapkan sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan selama ini seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) akan semakin efektif.

Khusus mengenai dampak kenaikan harga BBM, Pemerintah Provinsi Sulsel berencana menyusun ulang program penanggulangan kemiskinan karena program Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya sementara meskipun dinilai cukup efektif.

Diperlukan program tambahan yang lebih bersifat pemberdayaan untuk mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk miskin akibat menurunnya daya beli masyarakat, ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Sosial Provinsi Sulsel mengusulkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dialokasikan bagi 825 ribu jiwa penduduk miskin di Sulsel.

Usulan pengalokasian jumlah penduduk yang akan menerima BLSM tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk miskin di Sulsel yang hingga akhir 2011, mencapai 825 ribu jiwa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan dari jumlah tersebut sekitar 701 ribu diantaranya berada di desa.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp25 triliun untuk penyaluran BLSM sebagai kompensasi adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Pemerintah akan memberikan BLSM tersebut kepada sekitar 30 persen masyarakat kurang mampu yang diperkirakan terkena dampak kenaikan BBM bersubsidi.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, bantuan langsung sementara masyarakat sebesar Rp150 ribu untuk setiap kepala keluarga itu bertujuan untuk membantu masyarakat miskin menghadapi dampak kenaikan harga BBM.

Pemerintah pernah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp300 ribu untuk kompensasi bagi masyarakat atas imbas kenaikan BBM pada 2008.(Iwn/Ant)

Share |

Email :redaksi@seputarsulawesi.com
Iklan: 0411 (433867)
Silahkan Buka Seputarsulawesi.com di HP anda:
Versi Mobile

Isi Komentar :
Nama Lengkap :
Komentar :
Website :
Kode Keamanan :