,         
Senin, 06 Agustus 2012 - 20:28:38 WIB

Seruan PNS Sulsel Netral hanya Slogan Belaka

Kategori : POLITIK

SESI.COM- Anggota DPRD Sulawesi Selatan Sanusi Karateng menilai seruan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang mencalonkan diri lagi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) netral hanya slogan belaka.

"Instruksi dari incumben supaya PNS netral hanya omong belaka. Ternyata banyak PNS dipaksa memilih dia," kata Sanusi di Makassar, Senin.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Wajo banyak PNS yang dipaksa mencari suara. Satu PNS minimal mengumpulkan sebanyak 20 orang untuk memilih bakal pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) atas perintah Bupati Wajo.

Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Wajo, lanjut dia, diyakini melakukan tindakan yang tidak etis memaksakan pilihan kepada PNS untuk mendukung pasangan Syahrul-Agus Arifin.

"Menurut laporan yang saya terima dari sejumlah PNS, mereka dipaksa menandatangani surat penyataan dan kalau tidak mengikuti perintah akan dipindahkan. Bukan sampai di situ, mereka juga dipaksa mencari 20 orang untuk mendukung," ungkapnya.

  Menurut dia, intimidasi dan perlakuan pemaksaan oleh orang suruhan bupati memilih pasangan Syahrul-Agus Arifin adalah salah satu bukti lemahnya pengawasan dan ketidakdisiplinan pejabat setempat "PNS lingkup Pemkab Wajo diwajibkan mendukung dan mengisi formulir, ini sama saja pemaksaan pilihan bukan lagi demokrasi," ucap politisi asal Partai Demokrat itu.  
Sebelumnya, bakal calon Wakil Gubernur Sulsel Aziz Kahar Mudzakkar mendapat pengawalan ketat 48 polisi bersenjata lengkap saat melakukan khutbah Jumat di Masjid Nurul Yakin, Desa Keera Kebupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Hal itu terkait larangan khutbah Jumat yang diperintahkan Bupati Wajo yang diduga agar Aziz tidak memberikan khutbah politik kepada masyarakat.

"Sehari sebelumnya aparat  pemerintah mengumumkan bahwa Aziz dilarang khutbah di Keera, Wajo. Saya juga menduga bahwa ada aparat pmerintah yang memberi larangan khutbah," ujar Alwi, salah seorang tokoh masyarakat Keera, Wajo.(Iw/Ant)

Share |

Email :redaksi@seputarsulawesi.com
Iklan: 0411 (433867)
Silahkan Buka Seputarsulawesi.com di HP anda:
Versi Mobile

Isi Komentar :
Nama Lengkap :
Komentar :
Website :
Kode Keamanan :