,         
Selasa, 02 April 2013 - 15:34:07 WIB

Gubernur Sulbar Harap Pilkada Mamasa Tidak Rusuh

Kategori : POLITIK

SESI.COM- Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh berharap Pilkada Kabupaten Mamasa yang akan digelar 6 Juni tahun 2013 tidak rusuh seperti di daerah lain.

"Semua pihak mesti dapat menjaga keamanan di Mamasa agar tetap kondusif dan damai, jangan ada yang memancing kerusuhan seperti di daerah lain," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh pada acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pemprov Sulbar dan instansi vertikal di Mamuju, Selasa.

Acara itu dihadiri Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri Achmad Tanribali Lamo SH, kepala Kejati Sulselbar, Pangkoopsau II Makassar, perwakilan Polda Sulselbar, Wakil Panglima Kodam VII Wirabuna dan Perwakilan Danlantamal Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, selain itu dihadiri lima Bupati, sejumlah camat di Sulbar.

Ia mengatakan, empat pilkada yang digelar di Sulbar sejak tahun 2010 berlansung aman, sehingga pemerintah sangat berharap di Kabupaten Mamasa pilkada juga dapat berlansung

Gubernur mengatakan, pada tahun 2010 yang lalu digelar pilkada di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara sementara pada tahun 2011 digelar pilkada tingkat Provinsi Sulbar dan Pilkada Kabupaten Majene. "Empat pilkada yang digelar itu semuanya berlansung aman karena seluruh kandidat yang dinyatakan kalah menerima kekalahannya, tidak ada gesekan di masyarakat pada pilkada itu," katanya.

Ia mengatakan, kondisi seperti itu harus dipertahankan seluruh lapisan pemerintah dan masyarakat di Mamasa sehingga pilkada tersebut berlansung aman, peran TNI Polri dalam menjaga keamanan juga diminta dimaksimalkan.

Ia mengatakan pilkada adalah sebuah proses demokrasi dalam memilih pemimpin bukan ajang untuk saling memusuhi, jadi bukan hanya aparat keamanan yang harus berperan tetapi masyarakat, masyarakat jangan mudah terprovokasi sesuatu yang bisa membuat situasi tidak kondusif.

"Jangan terpancing isu menyesatkan yang dapat merubah situasi jadi tidak kondusif, karena konflik itu hanya menghambat pembangunan merugikan masyarakat sendiri dan tidak ada gunanya marilah kita belajar dan menjalankan demokrasi dengan baik," katanya.

Menanggapi itu Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri Achmad Tanribali Lamo SH, kunci dari suksesnya pilkada itu adalah penyelenggara pilkada seperti KPU dan Panwas harus netral dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat.

"Kalau penyelenggara tidak netral berarti itu memancing situasi tidak kondusif, makanya harus netral, jangan memihak kepada kandidat yang bertarung, saya sudah empat kali dipercayakan menjadi pejabat Gubernur diberbagai daerah di Indonesia, karena saya selalu netral, jadi kuncinya netral sajalah jalankan aturan sesuai dengan semestinya agar situasi aman dan terkendali tercipta," katanya.(Iwn/Ant)

Share |

Email :redaksi@seputarsulawesi.com
Iklan: 0411 (433867)
Silahkan Buka Seputarsulawesi.com di HP anda:
Versi Mobile

Isi Komentar :
Nama Lengkap :
Komentar :
Website :
Kode Keamanan :