Dua kubu pendukung Calon Ketua BPD Hipmi Sulsel yang bertarung masing masing HA Iwan Darmawan Aras (AIA) dan Amirullah Abbas (AA) saling serang dengan kata-kata dan ingin menyerang pimpinan sidang.

Akibatnya, suasana di ruangan itu semakin tegang. Mereka meminta agar pemilihan ketua dihentikan sebab pimpinan sidang dinilai tidak mampu menenangkan forum dan terkesan pilih kasih saat memberikan ruang berbicara bagi peserta di dua kubu tersebut.

Awalnya, pendukung AIA memprotes presidium sidang karena AA dianggap tidak lolos dalam kriteria aturan dalam AD/ART pada Pasal 22 tentang Persyaratan Anggota Badan Pengurus. 

Dalam pasal 22 tersebut persyaratan khusus bagi calon fungsionaris badan pengurus harian daerah adalah anggota biasa yang pernah atau sedang menjalani kepengurusan di BPD atau BPC sekurang-kurangnya masa bakti penuh 

Persyaratan khusus bagi calon ketua umum adalah pada poin C, untuk calon ketua umum badan pengurus daerah pernah atau sedang menjadi fungsionaris di badan pengurus daerah harian dan atau fungsionaris di badan pengurus harian sekurang kurangnya satu masa bakti penuh atau tiga tahun. 

"Kami angggap saudara Amirullah tidak lolos kriteria karena tidak memenuhi syarat, dan belum cukup satu tahun. Dan kami minta presidium sidang membatalkan dan memberikan aklamasi kepada AIA, kami minta pimpinan sidang juga diganti," kata salah satu peserta, kemudian disambut pekik pendukung AIA. 

Sementara dari pendukung AA tidak ingin dipatahkan pun membalas dengan menyatakan bahwa persyaratan sudah sesuai aturan dan tidak dipermasalahkan pada saat rapat pleno dalam penentuan kriteria. 

"Ini sudah sah dan kenapa baru ada protes buka saat rapat pleno. kenapa baru sekarang diprotes. Panitia juga terus memberikan kesempatan berbicara dari mereka dan tidak memberikan kesempatan kami berbicara," ucap salah satu pendukung AA lalu disambut tepukan tangan dari rekannya. 

Kondisi kembali memanas dan memicu ketegangan dari dua kubu pendukung, sehingga hampir saling menyerang satu sama lain termasuk presidium sidang yang berusaha menenangkan peserta. Beberapa pendukung AIA nyaris adu jotos dengan para pendukung AA dalam ruangan tersebut.

Teriakan demi teriakan terus bergema dalam ruangan tersebut sehingga kondisi terus menengang. Pihak keamanan hampir tidak mampu melerai, namun akhirnya berhasil ditenangkan. Sekitar 30 menit ketegangan berlangsung, selanjutnya presidium sidang kemudian menskors sidang.

Ketua Umum Hipmi Pusat Raja Sapta Oktohari dan sejumlah pengurus senior Hipmi Sulsel pun diminta agar memberikan solusi, namun ketegangan kembali terjadi. Presidium sidang kemudian mencabut skorsing kemudian mengskrosing sidang selama 30 menit. 

Kubu AIA lalu melakukan Walk Out dan meninggalkan ruangan untuk menyusun strategi baru, sementara kubu AA masih bertahan dalam ruangan menunggu hasil rapat dari pimpinan sidang yang sebelumnya memutuskan membahas masalah ini di ruangan terpisah. 

"Baru kali ini Musda Hipmi terjadi seperti ini, sebelumnya tidak pernah," kata salah satu peserta musda usai kericuhan. 

Sampai saat ini rapat masih diskor dan telah molor lebih dari satu jam. Pihak panitia beserta Ketua Umum Hipmi Pusat Raja Sapta Oktohari dan sejumlah senior Hipmi Sulsel masih melakukan rapat tertutup terkait masalah yang menimpa organisasi pengusaha muda indonesia itu. 

Pimpinan sidang belum memutuskan apakah sidang akan dilanjutkan ataukah pemilihan Ketua BPD Hipmi Sulsel ditunda hingga batas waktu tidak ditentukan. (Iwn/Ant)