Sulbar

Akademisi Unasman Soroti RUU HIP

Akademisi Unasman Soroti RUU HIP

Seputarsuawesi.com, Makassar- Saat ini, Badan Legislasi DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). RUU tersebut merupakan usulan hak iniasitif DPR.

Menanggapi hal tersebut, akdemisi Universitas Asyiariah Mandar (Unasman), Abdul Latif mengatakan, jika Pancasila dibuat Undang-undang, maka sama halnya merubah posisi Pancasila sebagai meta norma, sebagai sumber hukum. Padahal Pancasila menurutnya adalah staat fundamental norma yang menjadi dasar pembentukan UUD.

Baca juga: Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tidak Efektif Dilakukan di Desa

"Kalau itu dilakukan, berarti menurunkan derajat Pancasila," katanya Sabtu, 13 Juni 2020.

Pancasila, kata Ketua Program Studi PPKn Unasman tersebut tercantum dalam pembukaan UUD 45, dan tidak berada dalam batang tubuh atau pasal-pasal UUD. 

Pancasila katanya adalah Philosofische grondslag yang menjadi dasar pembentukan pendirian negara dan dasar pemikiran pembentukan negara. 

"Makanya itu, ia menjadi petunjuk pedoman kebijakan penyelenggaraan negara," jelasnya.

Latif berpandangan, pembahasan soal RUU HIP itu, sebenarnya belum masuk ke soal materi RUU HIP tersebut, karena jangankan rancangannya, membuatnya saja dinilau tidak perlu. 

"Atau boleh jadi pembuatnya yang tidak paham posisi Pancasila sebagai dasar negara," katanya.