Sulsel

Akibat Covid19, Puluhan Warga Selayar Tertahan di Bulukumba, Mereka Minta Perhatian Pemerintah

Akibat Covid19, Puluhan Warga Selayar Tertahan di Bulukumba, Mereka Minta Perhatian Pemerintah

Seputarsulawesi.com, Bulukumba- Sudah hampir dua bulan lamanya puluhan warga Kabupaten Selayar tertahan di Bulukumba. Mereka tidak diperbolehkan pulang karena harus mengikuti karantina mandiri di wilayah tersebut.

Mereka adalah buruh yang bekerja di perusahaan kelapa sawit PT. Sultra Prima Lestari, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi  Tenggara, dan sebagainya lagi  adalah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Baca juga: Dilema Kebijakan Penanganan Covid-19, Jadi Sorontan Diskusi Daring FKM-UPRI

Keberadaan mereka pun tersebar di berbagai wilayah di Bulukumba. Di Desa Mayampa diperkirakan sekitar 24 orang, dan puluhan lainnya tersebar di Tanaberu, Kajang, Bira, kota Bulukumba dan rumah keluarga.

Sebenarnya mereka tidak mempersoalnya proses karantina itu, namun yang menjadi persoalan bagi mereka adalah kepedulian pemerintah Selayar terhadap warganya yang  terdampak covid-19. Pasalnya selama menjalani masa karantina, mereka mengaku pemerintahnya tidak pernah sama sekali memperhatikan kondisi mereka.

“Sedikitpun bantuan tidak pernah diberikan oleh pemerintah, sementara kami sudah hampir dua bulan lamanya berada di Bulukumba karena tidak bisa pulang ke Selayar,” ucap Herman, salah satu pemuda Selayar yang juga ikut dalam karantina tersebut, Rabu 27 Mei 2020.

Meski Herman dan teman-temanya yang lain telah mematuhi anjuran pemerintahnya untuk tidak kembali ke Selayar sebelum mengikuti proses karantina, namun hingga saat ini  perhatian pemerintahnya tak kunjung hadir.

“Pemerintah mengabaikan keadaan kami di sini,” katanya lagi.

Olehnya itu, Herman dan warga Selayar lainnya pun meminta agar pemerintah Kabupaten Selayar menjalankan amanah Undang-Undang untuk menjamin hak hidup warganya selama proses karantina.

Menurutnya, pemerintah Selayar harus menjalankan UU Karantinaan Kesehatan No 6 Tahun 2018 untuk memberikan bantuan sosial kepada warga Selayar. 

“Terus terang  kami bingung mau apa untuk makan hari-hari. Oleh karena itu, tiada cara lain selain meminta pertanggungjawaban pemerintah untuk membantu kami," tegas Herman.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi seputrasulawesi.com belum bisa mengkonfirmasi pemerintah kabupaten Selayar soal keberadaan warganya yang tinggal di Kabupaten Bulukumba itu.