Sulsel

Alwi Rachman: Bangsa ini Masih Tahap Awal "Mencari Pemimpin"

Alwi Rachman: Bangsa ini Masih Tahap Awal "Mencari Pemimpin"

Seputarsulawesi.com, Makassar- Menanggapi carut marutnya Pilkada Sulbar dan gagalnya partai politik melahirkan pemimpin yang berkualitas, Drs. Alwi Rachman mengatakan, bangsa ini masih berada pada tahap awal "mencari pemimpin", sama halnya dengan sistem demokrasi di negeri ini, juga masih mencari dan mengelaborasi sistem yang baik.

"Manusia baik hanya akan lahir kalau ada sistem yang baik, karena sisten yang baik selalu memungkinkan lahirnya manusia yang baik. Sebaliknya, sistem yang jahat akan menciptakan manusia yang jahat," tulis Alwi Rachman, saat menjadi narasumber di Group WhatsApp Orang Sulbar, Rabu, (15/2).

Baca juga: Waspada Perilaku Ekonomi Cowboy

Lebih lanjut, Dosen sastra Unhas ini mengatakan, tidak ada cara yang lebih baik untuk menjaga pemimpin kecuali ia bertindak dan memangku kepentingan dalam satu sistem yang baik.

Olehnya itu, menurut Alwi, hal pertama yang harus dilakukan setelah Pilkada adalah political trust, karena political trust bermuara pada dua keadilan, yaitu keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

Keadilan sosial, lanjut Alwi, menyangkut keseimbangan antara kelompok-kelompok masyarakat (kelompok sosial), dan biasanya, ada dua kelompok sosial utama di masyarakat, yaitu kelompok bonding (bonding group) dan kelompok bridging (bridging group).

Bonding group adalah kelompok yang mengikatkan diri pada isu primordial (agama, suku, sekampung, dan lain-lain). Sementara, bridging group biasanya terdiri atas kelompok-kelompok yang lebih terbuka.

"Bonding group biasanya dilakoni oleh mereka yang usianya tidak muda lagi, sementara bridging group biasanya diisi oleh kalangan berusia muda," katanya.

Olehnya itu, Sulbar setelah Pilkada perlu melihat ulang dinamika yang menghubungkan antara bonding group dan bridging group, karena dalam skala nasional, apa yang terjadi hari ini tak lain perjumpaan politik antara bonding group dengan bridging group. (SAP)