Sulbar

Antisipasi Pendemi Corona, Gubernur Sulbar Keluarkan Surat Edaran

Antisipasi Pendemi Corona, Gubernur Sulbar Keluarkan Surat Edaran

Seputarsulawesi.com, Mamuju- Guna mengantisipasi pandemi corona, Gubernur Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar mengeluarkan Surat Edara. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Bupati se-Sulawesi Barat, Forkopinda Sulbar, Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Daerah Sulbar, dan Kepala Biro Setda Provinsi Sulawesi Barat. 

Surat yang dikeluarkan pada tanggal 17 Maret 2020 itu berisi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan keluar negeri, khususnya ke negara yang sedang mengalami paparan corona virus disease 2019 (Covid-19) serta meminta agar memantau warga masyarakat yang datang dari negara yang mengalami paparan corona virus disease 2019.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Korona, ABM Izinkan ASN Beraktivitas di Rumah

Sementara bagi pejabat atau masyarakat yang  telah melakukan perjalanan keluar daerah, terutama di daerah yang terpapar Covid-19, diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari, serta tidak melakukan kontak untuk sementara dengan orang lain. 

Selain itu, dalam surat edaran bernomor 7 Tahun 2020 itu, Gubernur Sulbar juga meminta agar pengawasan warga yang keluar masuk di bandara, pelabuhan dan terminal dioptimalkan. Demikian pula, Gubernur Sulbar juga meminta agar Bupati se-Sulawesi Barat, memindahkan aktivitas belajar dari sekolah ke rumah selama 14 hari. 

Himbauan tersebut berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK dan SLB. Kecuali peserta didik yang akan melakuakan ujian nasional dapat menyesuaikan jadwal yang telah ditentukan.

Sementara TNI, Polri, BIN dan Satpol PP diminta bisa memastikan peserta didik tidak berada di luar rumah atau tempat keramaian, serta tidak melaksanakan atau menunda aktivitas yang melibatkan masyarakat banyak, untuk mengantisipasi potensi penyebaran dan resiko penularan Covid-19.

Menyiapkan sarana, sumber daya dan personel kesehatan yang telah terlatih untuk penanganan khusus suspect dan pasien Covid-19 sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, termasuk menghimbau kepada masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 untuk mendatangi pusat layanan kesehatan.

Membuka layanan informasi dan pengaduan tentang Covid-19 yang dapat diakses masyarakat luas dan melaporkan kepada Gubernur perkembangan daerah khususnya bila ditemukan kasus-kasus masyarakat yang terpapar Virus Corona (Covid-19) pada kesempatan pertama.